Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Des 2017 17:55 WIB

TRAVEL NEWS

Kondisi Bali Pasca Erupsi Gunung Agung, Ini Kata Menpar

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Foto: Menpar Arief Yahya launching kalender wisata Bengkulu 2018 (Randy/detikTravel)
Foto: Menpar Arief Yahya launching kalender wisata Bengkulu 2018 (Randy/detikTravel)
Jakarta - Walau Bandara Ngurah Rai telah dibuka kembali, nyatanya pariwisata Bali masih siaga terkait letusan Gunung Agung. Menpar Arief Yahya pun menjabarkan situasi terkini.

Letusan Gunung Agung di Bali beberapa waktu lalu memang menjadi hambatan besar bagi dunia pariwisata Indonesia di akhir tahun. Faktanya, Pulau Dewata Bali merupakan kantong masuk wisatawan terbesar ke Indonesia yang jumlahnya mencapai puluhan ribu per hari. Ditemui detikTravel di Gedung Sapta Pesona usai launching Calender of Event Bengkulu 2018, Kamis (7/12/2017), Menpar Arief Yahya berujar kalau status Bali belum recover.

"Jadi kondisinya seperti itu, belum recover," ujar Arief.

Dijelaskan oleh Arief, sewaktu-waktu Gunung Agung masih dapat erupsi kembali. Pihak Kemenpar dan segenap pihak terkait pun telah melakukan berbagai cara untuk menarik dan melayani wisatawan di Bali saat dan paska letusan Gunung Agung.

"Kita 3 hal, 1 yang terkini sudah ada laporannya saya dapat tiap 6 jam. Jadi potensi untuk erupsi masih ada. Yang kedua pelayanan kepada wisatawan relatif bagus. Jauh lebih bagus even ketika dulu tidak di Bali terjadinya. Sekarang lebih bagus kita menyediakan hampir semuanya kendaraan-kendaraan yang diperlukan dan yang ketiga dampaknya," ujar Arief.

Diceritakan oleh Arief, dampak letusan Gunung Agung yang paling nyata adalah berhentinya arus kunjungan wisatawan akibat ditutupnya bandara beberapa waktu lalu. Puluhan ribu wisatawan ke Bali harus hilang akibat bencana alam tersebut.

"Sehari itu 15 ribu tahun semester 1, tapi masuk Agustus semester 2, 20 ribu. Desember ini harusnya 25 ribu per hari atau 750 ribu per bulan. Jadi kita lost terbesar sekarang, karena biasanya panen total nasional minimal 1,5 juta kita proyeksikan itu akan hilang lebih separuhnya mungkin," jabar Arief.

Selain melakukan berbagai upaya yang telah disebutkan di atas, Arief juga akan mengambil langkah lain untuk menyediakan additional flight di kota penghubung sekitar Bali seperti Banyuwangi dan Lombok. Acara MICE juga akan diadakan di akhir tahun.

"Membuat acara-acara MICE, tapi skenario kalau terjadi apa-apa itu kita buat dari depan. Bahasa lebih jelasnya sudah kita sediakan additional flight baik di Lombok atau Banyuwangi, mana yang buka. Kalau itu saya bisa jamin terutama orang domestik MICE akan tenang," tutup Arief. (rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED