Dampak langsung pertama akan dirasakan oleh para pendaki. Kedua adalah bagi NTB juga Indonesia yang akan mendapat promosi ke masyarakat internasional dan ratusan geopark dunia lainnya.
"Di seluruh dunia ini ada ratusan Unesco Global Geopark. Dengan masuknya Gunung Rinjani menjadi Unesco Global Geopark tentu menjadi ajang promosi yang efektif terutama bagi sektor kepariwisataan NTB," kata Kepala Balai TNGR, Agus Budi Santosa, Rabu (17/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Gunung Rinjani menjadi pusatnya Rinjani Geopark sejumlah hal termasuk tarif tiket masuk pun berubah. Pada tahun 2017, berdasar kesepakatan dengan para Track Organizer atau pelaku usaha wisata alam, per 1 Juli 2017 pengunjung asing membayar tiket per hari sebesar Rp 150 ribu.
"Dan tahun 2017 juga pengunjung asing meningkat sekitar 30% dari tahun 2016. Pada tahun 2018 ini kami akan mulai menerapkan tarif sesuai peraturan PP 12 Tahun 2014 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku di kementerian kehutanan per hari Rp 150 ribu per orang perhari untuk wisman," urai Agus.
Adanya kenaikan harga tiket itu juga kenyamanan mereka yang mendaki Gunung Rinjani. Oleh karena itu, pada tahun 2018 akan diterapkan sistem kuota berdasarkan kajian daya dukung dan daya tampung kawasan jalur pendakian Gunung Rinjani.
"Namun batasan kuota itu masih dalam kajian bersama satker Pusat Pengendalian Pembangunan Bali Nusra KLHK," pungkas dia. (msl/wsw)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru