Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 27 Feb 2018 12:04 WIB

TRAVEL NEWS

Fenomena Bule Kehabisan Ongkos, Ini Kata Pengamat Pariwisata

Afif Farhan
detikTravel
Turis Selandia Baru yang kehabisan ongkos dan diantar naik truk ke Cirebon (dok. Instagram TMC Polda Metro Jaya)
Turis Selandia Baru yang kehabisan ongkos dan diantar naik truk ke Cirebon (dok. Instagram TMC Polda Metro Jaya)
Jakarta - Sedang ramai fenomena turis atau bule kehabisan ongkos saat jalan-jalan di Indonesia. Malah ada yang menumpang sampai mengemis, apa kata pengamat pariwisata?

Ada dua turis asal Republik Ceko Nedomelel Petr (36) dan Bratska Jara (29) asal Slowakia yang kehabisan ongkos dan tak bisa membayar hotel di Pekalongan, Jateng. Diketahui, salah satu di antara dari mereka sakit dan ongkos perjalanannya habis.

Ada lagi dua turis asal Selandia Baru bernasib malang saat sedang pelesiran di Jakarta. Mereka mengaku kehabisan ongkos saat hendak menuju Cirebon, Jawa Barat. Kemudian polisi membantu mereka untuk sampai tujuannya ke Cirebon dengan menaiki sebuah truk.

Kemudian, bule Jerman jadi pengemis di Bali menjadi buah bibir. Sebagian warga iba, sebagian curiga. Berdasarkan penelusuran, dia beraksi lintas negara. Pria bule itu bernama Benjamin Holst yang berasal dari Klemburg, Jerman. Diketahui dia mengalami elephantiasis atau kaki gajah dan masa paspornya habis.

Bule kehabisan ongkos di Pekalongan (Dok Polsek Wiradesa, Pekalongan)Bule kehabisan ongkos di Pekalongan (Dok Polsek Wiradesa, Pekalongan)


Masih banyak soal fenomena turis yang kehabisan ongkos saat jalan-jalan di Indonesia. detikTravel mewawancarai pengamat pariwisata, Tedjo Iskandar. Dia seorang tokoh pariwisata Indonesia yang malang melintang di dunia travel agent, sekaligus pendiri TTC (Tourism Training Centre).

"Wah i have no idea. Sebenarnya, itu (bule kehabisan ongkos saat di Indonesia) tidaklah bagus," katanya membuka percakapan, Selasa (27/2/2018).

Menurut Tedjo, seorang traveler yang hendak berpergian ke luar negeri pasti harus merencanakan perjalanannya matang-matang. Selain itinerary, biaya perjalanan adalah hal yang paling utama.

"Tentu semuanya sudah direncanakan, mau ke mana, mau naik apa dan mau nginep di mana. Juga, ada uang cadangan kalau-kalau uang sudah menipis. Malu dong kalau sampai harus mengemis di negara lain," terang Tedjo.

Fenomena Bule Kehabisan Ongkos, Ini Kata Pengamat PariwisataTedjo Iskandar (Facebook)


Tedjo sedikit menyinggung kebijakan bebas visa yang diberikan pemerintah. Kebijakan itu memang bagus untuk mendatangkan lebih banyak turis, hanya saja harus diimbangi oleh peraturan yang lebih tegas. Dalam hal ini, dukungan dari pihak Imigrasi.

"Pemerintah dan Imigrasi harus lebih ketat menyeleksi turis saat masuk. Harus lebih jelas datanya dari tiket pulangnya, bawa uang berapa dan lain-lain. Awasi spot entry, dari bandara sampai pelabuhan," ujarnya. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

14 Kapal Pesiar Terbaik 2018

Jumat, 14 Des 2018 07:50 WIB

Wisata naik kapal pesiar, makin sering dilakukan wisatawan. Inilah daftar kapal pesiar terbaik 2018 versi Cruise Critic Editors' Picks Awards.