Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 02 Mar 2018 22:49 WIB

TRAVEL NEWS

Ritual Bakar Naga Tutup Pawai Cap Go Meh di Singkawang

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Ritual naga menuju kahyangan di Singkawang (Randy/detikTravel)
Ritual naga menuju kahyangan di Singkawang (Randy/detikTravel)
Singkawang - Ribuan Tatung memeriahkan parade Cap Go Meh Singkawang . Sedangkan untuk penutupan, ada ritual naga menuju kahyangan. Seperti apa?

Bagi etnis Tionghoa di seluruh dunia, momen Cap Go Meh yang jatuh 15 hari setelah Imlek menjadi penanda akan selesainya perayaan Tahun Baru Imlek.

Di Singkawang, penutupan Cap Go Meh ditandai dengan ritual naga menuju kahyangan yang dilakukan oleh etnis Tionghoa setempat pada sore hari ini, Jumat (2/3/2018).

Beruntung, detikTravel mengikuti rangkaian ritual naga yang dilakukan oleh Santo Yoseph Group Singkawang sejak beberapa hari lalu (28/2). Seperti ditulis sebelumnya oleh detikTravel, pihak Santo Yosep Group Singkawang membuat replika 9 naga yang sekaligus memenangkan rekor MURI untuk replika naga terbanyak.

Replika naga di halaman Vihara Buddhayana Maha Karunia (Randy/detikTravel)Replika naga di halaman Vihara Buddhayana Maha Karunia (Randy/detikTravel) Foto: Johanes Randy
Pada momen penyerahan rekor MURI tersebut, pihak Santo Yosep Group Singkawang juga sekaligus melakukan ritual tutup buka mata naga di Vihara Tri Dharma Bumi Raya yang merupakan salah satu yang tertua di Singkawang.

"Jadi awalnya ada ritual buma mata naga, setelah buka mata naga tersebut dimasuki roh yang kemudian mendatangkan semacam tolak bala atau menangkal pengaruh buruk," terang Kepala Seksi Pengembangan SDM Pariwisata Singkawang, Rizky saat dihubungi terpisah oleh detikTravel.

Setelah replika naga dibuka matanya di vihara, maka naga tersebut sudah menjadi naga 'hidup' yang terisi oleh roh baik. Namun tidak sampai situ, roh di dalam naga tersebut juga harus 'dipulangkan' ke kahyangan.

BACA JUGA: Aksi Ekstrem Tatung Wanita di Cap Go Meh Singkawang

Lantas bagaimana cara mempulangkan rohnya? Caranya yakni dengan membakar replika naga. Untuk ritual ini, Vihara Buddhayana Maha Karunia di Jalan KS Tubun Singkawang dipilih oleh pihak panitia.

Saat detikTravel tiba di lokasi pukul 14.00 WIB, tampak 9 replika naga yang ditaruh terpisah di area lapangan vihara. Tak sedikit juga wisatawan yang sudah tiba di lokasi. Mayoritas tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto di depan replika naga sebelum dibakar.
Mengambil benang merah dari naga dipercaya bikin hoki (Randy/detikTravel)Mengambil benang merah dari naga dipercaya bikin hoki (Randy/detikTravel)
Namun ada yang unik. Tak sedikit juga wisatawan yang mengambil sehelai benang merah dari replika naga. Tak sedikit yang mempercayai, kalau benang merah naga bisa membawa keberuntungan.

"Ambil itu benang merahnya, bawa hoki," ujar salah satu wisatawan.

Setelah menunggu kurang lebih 1 jam. Wisatawan pun makin menyemut di area lapangan. Para pembawa naga dari Santo Yosep Group Singkawang juga hadir untuk 'mengantar' para naga menuju kahyangan.

Setiap kuping naga diberi dupa sebagai bekal (Randy/detikTravel)Setiap kuping naga diberi dupa sebagai bekal (Randy/detikTravel)
Layaknya dansa terakhir, para pembawa naga dengan lihai meliuk-liukkan naga ke sana ke mari. Para naga yang tadinya tertidur, mendadak hidup kembali untuk merayakaan momen terakhirnya seiring dengan berakhirnya Cap Go Meh.

Secara serentak, para naga pun berjalan menuju ke dalam pelataran vihara sebelum kembali ke lapangan untuk kembali berjoged. Setelah itu, satu per satu para naga kembali ke vihara untuk didoakan dan dipasangi dupa di setiap bagian ekornya sebagai bekal menuju kahyangan.

Naga yang telah usai meminta berkat (Randy/detikTravel)Naga yang telah usai meminta berkat (Randy/detikTravel)
Usai semua naga meminta berkat, api pun mulai dinyalakan di tengah lapangan. Jelang pukul 17.00 WIB, satu per satu naga menari mengelilingi api sebelum akhirnya terjun ke dalamnya.

Api yang tadinya berwarna oranye kemerahan pun segera berubah jadi hitam ketika dimasuki oleh replika naga. Dapat disimpulkan, kalau roh sang naga telah pergi menuju kahyangan.

"Bakar naga bertujuan mengembalikan roh di dalam naga ke kahyangan," tambah Rizky.

Naga pun dibakar dan kembali ke kahyangan (Randy/detikTravel)Naga pun dibakar dan kembali ke kahyangan (Randy/detikTravel)

Atraksi ritual naga menuju kahyangan pun mendapat sambutan riuh dari para wisatawan. Walau panas, semua mendekat dan memutari api untuk melihat ritual itu dari dekat.

Setelah semua naga dibakar, ritual tersebut sekaligus menutup perayaan Cap Go Meh 2018 di Singkawang. Terima kasih Singkawang, untuk perayaan yang meriah tahun ini. Sampai jumpa tahun depan! (fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Foto: Negara Tempat Lahirnya Kopi

Kamis, 20 Sep 2018 07:55 WIB

Inilah konon di mana biji kopi dilahirkan. Dari warung pedesaan hingga kafe kekinian menyajikan kopi yang berawal mula dari sini, tempat kelahirannya, Ethiopia.