Di era modern, museum menjadi tempat yang dicari, tapi tidak jarang diabaikan. Kemajuan inovasi dan teknologi menjadi alasannya.
Tetapi, bukan berarti museum Indonesia tidak dapat bersaing dengan berbagai tempat sejarah di luar negeri. Salah satunya dengan merevitalisasi museum dengan aksen modern.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedah juga menjelaskan, bahwa pendekatan ini penting kepada masyarakat untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan masyarakat terhadap museum,
"Sehingga kita bisa bagaimana melihat keinginan dan harapan masyarakat itu sendiri. Kalau kita sudah bisa melihat, membaca mengkaji harapan masyarakat terhadap museum kita. Tentunya kita juga mengemas, mengembangkan, program-program kita sesuai harapan mereka," tambahnya.
Selain itu, Dedah mengatakan bahwa hubungan dengan masyarakat harus dijembatani dengan baik. Pihak museum harus mengerti betul kebutuhan publik.
"Misalnya di sini saja (Museum Nasional), contohnya sudah bisa seperti itu. Sekarang juga banyak museum yang tataan ada interaktifnya. Pokoknya kita jangan pesimis dengan museum yang ada di luar negeri, negara-negara lain yang maju," tambahnya.
Pada akhirnya, jika kebutuhan masyarakat sudah diberikan dengan baik, maka pihak museum akan lebih mudah untuk diketahui. Serta sumber daya yang ahli di bidangnya, serta teknologi yang menunjang publik. (wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah