Ini Cara Agar Museum Indonesia Tak Kalah dengan Museum Luar Negeri

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Cara Agar Museum Indonesia Tak Kalah dengan Museum Luar Negeri

Shinta Angriyana - detikTravel
Minggu, 22 Apr 2018 09:45 WIB
Ini Cara Agar Museum Indonesia Tak Kalah dengan Museum Luar Negeri
Foto: Museum Nasional (chandrasambas/d'Traveler)
Jakarta - Indonesia menyimpan sejuta sejarah. Salah satu tempat untuk mengenang dan mempelajarinya adalah museum. Museum Indonesia tak kalah dengan luar negeri kok.

Di era modern, museum menjadi tempat yang dicari, tapi tidak jarang diabaikan. Kemajuan inovasi dan teknologi menjadi alasannya.

Tetapi, bukan berarti museum Indonesia tidak dapat bersaing dengan berbagai tempat sejarah di luar negeri. Salah satunya dengan merevitalisasi museum dengan aksen modern.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya Insya Allah ya kita harus optimis karena mungkin salah satu contoh aja di Museum Nasional ini. Betapa sepinya gitu loh Museum Nasional ini untuk dikunjungi dulunya. Tetapi revitalisasi itu bukan hanya sekedar fisik, bukan hanya sekedar interiornya, bukan hanya tata pamernya, tetapi bagaimana justru SDM nya punya kedekatan, awareness dan kepedulian pada masyarakat," Ujar Dedah Rufaedah Sri Handari, Kasubdit Permuseuman Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, saat ditemui di acara 'Night at the Museum' Museum Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (21/4/2018) malam.



Dedah juga menjelaskan, bahwa pendekatan ini penting kepada masyarakat untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan masyarakat terhadap museum,

"Sehingga kita bisa bagaimana melihat keinginan dan harapan masyarakat itu sendiri. Kalau kita sudah bisa melihat, membaca mengkaji harapan masyarakat terhadap museum kita. Tentunya kita juga mengemas, mengembangkan, program-program kita sesuai harapan mereka," tambahnya.

Selain itu, Dedah mengatakan bahwa hubungan dengan masyarakat harus dijembatani dengan baik. Pihak museum harus mengerti betul kebutuhan publik.

"Misalnya di sini saja (Museum Nasional), contohnya sudah bisa seperti itu. Sekarang juga banyak museum yang tataan ada interaktifnya. Pokoknya kita jangan pesimis dengan museum yang ada di luar negeri, negara-negara lain yang maju," tambahnya.



Pada akhirnya, jika kebutuhan masyarakat sudah diberikan dengan baik, maka pihak museum akan lebih mudah untuk diketahui. Serta sumber daya yang ahli di bidangnya, serta teknologi yang menunjang publik. (wsw/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads