Sekitar 800 peserta meramaikan ajang tahunan itu. Tidak hanya peserta dari Semarang, ada juga yang datang dari Kabupaten Keerom Papua, Manado Sulawesi Utara, Pemalang, Jepara, Grobogan, Salatiga, bahkan luar negeri yaitu Korea Selatan dan Taiwan.
"Kalau ada yang mengatakan Semarang Night Carnival adalah agenda wisata Kota Semarang, itu salah. Karena lebih dari itu, Semarang Night Carnival merupakan agenda wisata Indonesia," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Sabtu (5/5/2018) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walikota Semarang Hendrar Prihadi (Angling/detikTravel) |
Sekitar pukul 20.00 WIB parade diawali dengan drumband dari Akpol dan Akmil. Selanjutnya pawai dimulai dengan kostum warna warni yang disambut penonton yang tumpah ruah sejak sore.
Acara dimeriahkan dengan pawai kostum (Angling/detikTravel) |
Dalam acara tersebut, hadir juga staf Kementrian Pariwisata bidang ekonomi, Anang Sutomo. Ia mengatakan direncanakan tahun depan Semarang Night Carnival akan masuk Internasional Calendar Event.
"Tahun depan ini jadi International Calendar Event. Saya merinding, Semarang benar-benar hebat," katanya.
(rdy/aff)












































Walikota Semarang Hendrar Prihadi (Angling/detikTravel)
Acara dimeriahkan dengan pawai kostum (Angling/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru