Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Mei 2018 19:10 WIB

TRAVEL NEWS

Turis Eropa Doyan Tinggal di Manado

Rizki Ati Hulwa
detikTravel
Foto: Ilustrasi wisata sekitar Manado (Thinkstock)
Foto: Ilustrasi wisata sekitar Manado (Thinkstock)
Jakarta - Tak hanya turis dari Asia Timur khususnya China, yang banyak bertandang ke Manado. Turis dari Eropa juga senang datang ke Kota Tinutuan ini.

"Kita banyak turis Prancis dan Eropa Timur yang tinggal lebih lama namun datang tidak dalam jumlah besar," ungkap Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey saat berkunjung ke kantor detikcom, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Olly menjelaskan bahwa turis Prancis dan Eropa timur tersebut lebih senang datang berkelompok agar bisa lebih mengeksplor keindahan alam Manado dan sekitarnya. Menetap pun kira-kira dua mingguan.

Mereka menginap di resor atau cottage tepi pantai dan menyelam sehingga lebih banyak menjelajahi keindahan pulau-pulau cantik di sekitar Manado. Para wisatawan ini tak segan untuk ikut berbaur sekaligus tinggal dengan masyarakat setempat.

BACA JUGA: Lautan Cantik di Sulawesi Utara Tidak Hanya Bunaken

Berawal dari kunjungan Olly ke Prancis dan bertemu beberapa kru majalah travel di sana yang telah memiliki jadwal ke Bali, maka ia menawarkan mereka datang ke Manado. Hal ini mendukung langkah pemerintah Manado untuk promosikan daerah mereka.

"Awalnya kita hanya menawarkan dan membiayai seluruh kebutuhan serta akomodasi di Manado selama 5 hari, namun mereka menambah waktu menjadi 10 hari untuk lebih menjelajah pulau serta gunung dan lain-lainnya," ujarnya lagi.

Tidak hanya turis Prancis yang doyan hidup di Manado. Bahkan, karena keindahan Manado dan keramahan masyarakatnya, Korea juga sempat membuat reality show hitsnya yang berjudul 'Law of the Jungle', dengan menjelajahi Keindahan alam dan pantai Manado serta bersosialisasi dengan penduduk sekitar.

Strategi Tingkatkan Turis

Berbagai cara dilakukan Olly agar turis mancanegara terus berdatangan ke Sulut. Salah satunya, bercerita kisah lama mengenai hubungan China dengan masyarakat Minahasa. Konon warga Minahasa disebut keturunan Dinasti Ming.

"Maka, turis China pun semakin banyak yang ingin mengetahui kebenaran cerita tersebut dengan datang ke Sulut," ungkap Olly.

Selain itu, foto-foto keindahan alam yang dibawa media China saat berada di Sulut juga menjadi viral. Sehingga ikut meningkatkan kunjungan turis ke Sulut.

Tak hanya itu, demi meningkatkan minat turis, pemerintah daerah juga memberikan fasilitas demi kemudahan turis di Sulut. Di antaranya memberikan berbagai pilihan penerbangan ke Bandara Sam Ratulangi yang beroperasi 24 jam, meningkatkan SDM yang bisa berbahasa Mandarin dan lain sebagainya. (krn/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED