Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 24 Mei 2018 16:55 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Website Pemesanan Hotel Pertama di Dunia

Afif Farhan
detikTravel
Gilian Tans, CEO Booking.com (Afif Farhan/detikTravel)
Gilian Tans, CEO Booking.com (Afif Farhan/detikTravel)
Amsterdam - Ada banyak website pemesanan hotel di internet. Kalau yang tertua, atau yang pertama di dunia adalah Booking.com.

detikTravel bersama awak media dari Jakarta berkunjung ke kantor Booking.com di The Bank, Amsterdam, Belanda pada Kamis (24/5/2018). CEO Booking.com, Gillian Tans menyambut kedatangan kami.

"Booking.com sudah ada sejak tahun 1996, kita website pemesanan hotel di dunia paling awal. Saat itu juga, lagi awal-awalnya internet," ujar Gilian.

Gilian menjelaskan, sebelum ada pemesanan hotel melalui internet, traveler kesulitan untuk memilih hotel sesuai selera dan kebutuhan. Informasi yang tersedia tidaklah banyak.

Apalagi khususnya orang-orang Belanda, mereka sangat suka traveling ke berbagai destinasi sampai ke negara-negara lain. Oleh sebab itu, Booking.com hadir untuk membantu traveler menemukan dan memesan hotel atau akomodasi dengan banyak pilihan dan informasi.

 Gilian saat memberikan presentasi (Afif/detikTravel) Gilian saat memberikan presentasi (Afif/detikTravel)

Seiring berjalan waktu, Booking.com pun menjadi website pemesanan hotel terbesar di dunia. Bahkan bukan hanya hotel, tetapi akomodasi lainnya seperti homestay, apartemen, vila dan berbagai penginapan-penginapan unik.

"Sekarang kita mempunyai 5 juta akomodasi di seluruh dunia, dengan 1.550.000 pemesanan akomodasi setiap hari," terang Gilian.

"Booking.com juga menyediakan 43 pilihan bahasa. Kami adalah perusahaan global dan pelanggan adalah hal yang paling utama," lanjutnya.

Giliaj berfoto dengan awak media dari Jakarta (Afif Farhan/detikTravel)Gilian berfoto dengan awak media dari Jakarta (Afif Farhan/detikTravel)

Booking.com menyediakan akomodasi di 200 negara di dunia dan memiliki kantor 204 kantor di 70 negara. Serta, 30 tipe penginapan.

"Ya tentu, kami punya banyak kompetitor apalagi juga dari Indonesia. Tapi, itu juga membuat kami untuk terus inovatif dan mengembangkan produk-produk baru," ujar Gilian. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED