Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Jun 2018 19:45 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenpar Luncurkan Indonesia Muslim Travel Index

Shinta Angriyana
Redaksi Travel
Kemenpar luncurkan Indonesia Muslim Travel Index (Shinta/detikTravel)
Kemenpar luncurkan Indonesia Muslim Travel Index (Shinta/detikTravel)
Jakarta - Kementerian Pariwisata makin serius menggenjot wisata Halal dalam Global Muslim Travel Index. Salah satunya meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index.

Selasa, (5/6/2018) Kemenpar meluncurkan program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Hal ini merupakan langkah pemerintah untuk mendongkrak potensi Indonesia agar menduduki posisi pertama di Global Muslim Travel Index,

"Indonesia punya populasi Muslim terbesar dunia dengan 88 persen dari 250 juta, kaya akan daya tarik wisata etnis budaya. Ada 300 etnis di indonesia, semua nantinya akan dibingkai oleh Halal lifestyle," Ujar Riyanto Sofyan, ketua tim percepatan wisata Halal di Kementerian Pariwisata, Selasa (5/6/2018).

Selain itu, ada 4 cara yang akan dilakukan Indonesia dalam menyasar wisatawan muslim.



"Parameternya ada 4 kategori utama, yakni akses seperti air connectivity (konektivitas jalur udara) atau visa. Selain itu ada juga Communication (komunikasi) seperti kemudahan mendapat informasi dan penyampaian digital. Environment seperti visitor arrival dan services (pelayanan). Seperti restoran Halal, prayer room (ruang Ibadah) dan airport," tambahnya.

Menurut Riyanto, ia menyasar seluruh provinsi di Indonesia. Namun, karena memiliki target yang cepat, ada beberapa daerah yang lebih di prioritaskan.



"Jadi di semua provinsi kita ajak. Tapi tentu kita harus fokus. mana yang paling efektif dan cepat untuk bisa menang. Ada top five sama top seven, top fivenya itu lombok, Sumatera Barat, Aceh, Jakarta dan Jawa Barat," kata dia.

"Selain itu Kepri, Batam dan Bintan. Karena di situ ada pasar Malaysia, dan mereka pasti minta sertifikasi Halal. Jawa timur, seperti Malang, Batu, Banyuwangi juga antusias untuk menggerakkan wisata Halal," tambahnya.

Beberapa wilayah pun juga sudah diterapkan dengan sertifikasi Halal. Ini sebagai upaya dasar untuk melanjutkan berbagai fasilitas ramah traveler Muslim untuk wisatawan lokal dan internasional.

"Bahkan di Banyuwangi itu kan sudah ada Halal Beach, pantai yang terpisah antara pria dan wanita. Yang lainnya Jogja, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan. Jangan lupa Bali, karena brandingnya sudah besar, hotel-hotel dan restoran bersertifikasi Halal sudah banyak, sejak kemarin Raja Salman juga kan (meningkat)," tambah dia. (sna/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED