Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 03 Jul 2018 16:30 WIB

TRAVEL NEWS

Kota di Belanda 'Disulap' Jadi Serba Indonesia

Fitraya Ramadhanny
Redaksi Travel
Foto: Promosi Indonesia di WorldProef Culture Belanda (dok KBRI Den Haag)
Foto: Promosi Indonesia di WorldProef Culture Belanda (dok KBRI Den Haag)
Den Haag - Promosi Indonesia lewat budaya dilakukan di Belanda. Sumatra sampai Maluku tampil dalam WorldProef Culture di Oranjepark, Apeldoorn.

WorldProef Culture diselenggarakan pada Minggu, 1 Juli 2018, mulai pukul 13.00 hingga 19.00 waktu setempat oleh Gelre International Association (GAI) sebagai acara tahunan yang menampilkan berbagai negara dengan pertunjukan panggung seni budaya serta bazar produk dan makanan.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, Indonesia diundang menjadi negara tamu (guest country). Untuk itu, Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Den Haag, bekerjasama dengan Rumah Budaya Indonesia, Pemkot Ambon dan Pemkab Maluku Tenggara Barat menyuguhkan berbagai kegiatan seni dan budaya, untuk menghibur sekitar 5.000 pengunjung.

Tonton juga video 'Heboh Ratu Belanda Makan Bakwan Malang':




Dalam rilis KBRI Den Haag, Selasa (3/6/2018) acara dibuka secara resmi oleh Presiden GAI, Simon Boon, disusul dengan sambutan Kuasa Usaha a.i. Indonesia, Fikry Cassidy. Hadir pada pembukaan siang itu, Walikota Apeldoorn, John Berends; Walikota Ambon, Richard Louhenapessy; Bupati Maluku Tenggara Barat, Petrus Fatlolon; serta warga Kota Apeldoorn dan sekitarnya.

Apeldoorn adalah sebuah kota di Provinsi Gelderland, di Belanda tengah, dengan jumlah penduduk sebanyak 160.852 orang pada 2017. Apeldoorn merupakan kota kedua, setelah Den Haag, dengan populasi Indisch atau warga Belanda dengan latar belakang Indonesia, terbanyak di Belanda.

"Sebagai guest country, perkenankan kami untuk mempersembahkan seni dan budaya Indonesia, dengan fokus Maluku, kepada Kota Apeldoorn. Sepanjang siang hingga sore nanti, Anda semua dapat menikmati lagu-lagu dan tarian tradisional Maluku, persembahan Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat," kata Fikry Cassidy dalam sambutannya.

Fikry menambahkan, sambil mengajak para pengunjung untuk mengunjungi stan-stan Indonesia yang menjual makanan dan kerajinan tangan khas Indonesia. "Lebih dari itu, Anda semua juga dapat memberi bantuan bagi berbagai kegiatan amal di Indonesia lewat Heka Leka Foundation," kata dia.

Di Oranjepark juga dibangun tenda-tenda khusus Sulawesi, Bali, dan Sumatra. Di tenda Sulawesi, anak-anak dapat meminta seniman pelukis wajah Indonesia, Ferlin Yoswara, untuk melukis wajahnya dengan berbagai karakter satwa khas Sulawesi, seperti babi rusa dan burung julang.

Di tenda Bali, para pengunjung dapat mengikuti workshop menari dan bermain gamelan. Sedangkan di tenda Sumatra, anak-anak dapat mendengarkan cerita rakyat Sumatra yang dibawakan dalam bahasa Belanda oleh Inge Dumpel. Melalui kisah Malin Kundang dan Sang Burung Enggang, anak-anak Belanda diperkenalkan dengan nilai-nilai dalam budaya Indonesia melalui pesan moralnya.

BACA JUGA: Cerita Orang Indonesia Rayakan Lebaran di Belanda

Pengunjung dapat berfoto dengan memakai pakaian adat dari berbagai provinsi di Sumatra. Adrianne Zuiderweg, sekretaris yayasan warisan Indisch (Stichting Indisch Erfgoed) di Apeldoorn berfoto dengan baju tradisional Sumatra.

"Bagus ya? Saya orang Belanda, tapi bisa cantik juga memakai pakaian tradisional Sumatra," katanya sambil tersenyum lebar.

Adrianne sangat ingin mengenakan kostum tersebut, karena tahun lalu berceramah di Kota Bronbeek membahas Siti Rohana Kudus. Ia adalah wartawan perempuan pertama dari Sumatra Barat dan kakak tiri Perdana Menteri pertama Indonesia, Sutan Syahrir.

WorldProef Culture yang telah berlangsung 5 tahun bertujuan memberi kesempatan people to people contact antarbangsa dan membangun saling pengertian untuk perdamaian dunia. KBRI Den Haag selain mempromosikan kebudayaan lewat tari dan lagu, juga memanfaatkan momen ini untuk menumbuhkan minat dan ketertarikan anak-anak di Belanda terhadap Indonesia.

Kota di Belanda 'Disulap' Jadi Serba Indonesia
(fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED