Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Jul 2018 17:10 WIB

TRAVEL NEWS

Bali, Contoh Sukses Manajemen Krisis Bencana

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Turis yang mengunjungi pura di Bali (Ardian Fanani/detikTravel)
Turis yang mengunjungi pura di Bali (Ardian Fanani/detikTravel)
Jakarta - Bali disebut-sebut sebagai contoh daerah yang sukses menghadapi krisis saat bencana. Erupsi Gunung Agung tidak berdampak banyak bagi wisatawan.

Penanganan krisis saat bencana merupakan hal penting untuk dilakukan, terutama bagi wisatawan yang terkena dampak negatif bencana itu. Penanganan krisis saat erupsi Gunung Agung di Bali tergolong baik, sehingga wisatawan merasa tertolong.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar, Guntur Sakti menyebut Bali sebagai 'Success Story' daerah dalam hal penanganan krisis bencana. Daerah lain pun bisa menjadikan Bali sebagai contoh.

"Dari semua daerah, baru Bali yang mengalami success story dalam manajemen krisis kepariwisataan. Krisis itu perlu di-manage," kata Guntur dalam acara Silaturahmi dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Restoran Handayani Prima, Jakarta, Rabu (11/7/2018) malam.

Guntur bercerita, Bali itu tidak mau menggunakan terminologi 'krisis' saat menghadapi bencana. Alih-alih 'Crisis Center', Bali menyebut tim ini sebagai 'Bali Tourism Hospitality'.

"Bali Tourism Hospitality ini bukan untuk pemantauan, bukan juga untuk mengatasi masalah (bencana), tapi memberi solusi bagi wisatawan yang terdampak krisis," jelas Guntur.

Guntur pun memberi contoh saat erupsi Gunung Agung. Untuk manajemen krisis bencana ini, Tim Krisis Center Kemenpar bekerja sama dengan Tim Bali Tourism Hospitality memberi treatmen khusus untuk para wisatawan.

"Ada 3 hal yang kami tawarkan. Reroute, refund, dan reschedule. Saat bandara Bali tutup, kalau ada wisatawan mau reroute, kita gratiskan bus ke Surabaya via Banyuwangi. Kita juga berikan 1 kali makan gratis. Untuk yang mau reschedule, ada kebijakan one night free dari pihak hotel. Harus ada emotional touch dan servis ke wisatawan yang terdampak bencana," tutup Guntur. (wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED