Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 17 Jul 2018 08:20 WIB

TRAVEL NEWS

Profesi Tour Leader Tak Boleh Sembarangan, Mesti Ada Sertifikasi

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Ilustrasi tour leader (Thinkstock)
Ilustrasi tour leader (Thinkstock)
Jakarta - Traveler dikejutkan oleh kejadian tour leader Indonesia yang meninggalkan wisatawan di Maroko. Padahal, sejatinya profesi tour leader tidak sembarangan.

Traveler di Indonesia dibuat heboh dengan tour leader Erwin Aprianto yang meninggalkan 5 turis WNI di Maroko. Secara tak langsung, hal itu pun mencoreng profesi tour leader. Meski kemudian Erwin mengaku diculik dan kini berada di KBRI Rabat.

BACA JUGA: Wisatawan Indonesia Ditinggal Tour Leader di Maroko, Netizen Geger!


Tonton juga video: 'Menyusuri Mutiara Biru Maroko'

[Gambas:Video 20detik]


Ditemui detikTravel usai seminar 'How To Be a Great Tourist Guide' di Fave Hotel LTC Glodok, Senin (16/7/2018) malam, Wakil Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPD DKI Jakarta, Reyhan A Pattiwael, bercerita akan profesi tersebut dan organisasi resmi yang menaunginya.

"Kita diatur dalam aturan pariwisata, yang bunyinya orang yang memberi panduan pada wisatawan. Karena ini adalah payungnya atau organisasi pramuwisata, kita ada training standar, sertifikasi," ujar Reyhan.

Lebih lanjut Reyhan menjelaskan, kalau saat ini HPI telah memiliki sekitar 14 ribu orang anggota yang tersebar di 33 provinsi Indonesia.

Reyhan A Pattiwael (Randy/detikTravel)Reyhan A Pattiwael (Randy/detikTravel) Foto: undefined


Sebagai sebuah profesi, pemandu wisata atau pramuwisata juga memiliki jenjang dan tingkatannya sendiri. Yang paling mendasar ada pramuwisata muda, kemudian pramuwisata madya dan tour leader sebagai yang tertinggi.

"Itu salah satu isu yang ada mengapa perlu ada diklat dan di dunia pramuwisata kita mengenal jenjang karir. Menunjukkan jam terbang kita, tourist guide juga perlu," ujar Reyhan.

Oleh sebab itu, jenjang pramuwisata dan tour leader adalah dua hal yang berbeda. Selain memiliki job desk yang berbeda, dibutuhkan jam terbang untuk mendapat pengakuan sebagai tour leaser.

"Pramu memandu. Tour leader juga bisa guiding, tapi juga mengatur wisata," jelas Reyhan.

Reyhan pun mencontohkan, seorang tour leader bisa mengatur dan meminta jasa pramuwisata lokal atau asing untuk membantu memandu wisatawan. Walau tidak dipungkiri, kalau tour leader juga bisa memandu wisata apabila memiliki pengetahuan yang mumpuni.

Jadi, profesi pramuwisata dan tour leader itu tak sembarangan atau asal-asalan lho traveler.

Profesi Tour Leader Tak Boleh Sembarangan, Mesti Ada Sertifikasi
(rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED