Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 17 Jul 2018 15:50 WIB

TRAVEL NEWS

Ciamis Punya Galuh Ethnic Carnival untuk Tarik Wisatawan

Dadang Hermansyah
detikTravel
Galuh Etnic Carnival di Ciamis (Dadang Hermansyah/detikTravel)
Galuh Etnic Carnival di Ciamis (Dadang Hermansyah/detikTravel)
Ciamis - Ciamis memiliki event baru yaitu Galuh Ethnic Carnival (GEC). Even kesenian terbesar di Ciamis ini bertujuan menarik wisatawan untuk datang ke Ciamis.

Pemkab Ciamis menggelar Galuh Ethnic Carnival (GEC), dalam kegiatan itu berbagai jenis kesenian dari berbagai daerah di Indonesia. Rencananya GEC ini akan menjadi agenda tahunan, sebagai ikon even baru di Ciamis untuk menarik wisata domestik.

Setelah berpisahnya Pangandaran pada 2012 lalu, Ciamis sudah tidak memiliki ikon wisata untuk menarik wisatawan. Adapun beberapa tempat wisata yang ada masih belum mampu mendongkrat wisatawan dari berbagai daerah. Ditambah lagi, salah satu wisata buatan ikon Ciamis terbesar yakni Mega Wisata Icakan resmi tutup.

Padahal Ciamis memiliki potensi wisata alam dan wisata ziarah yang cukup melimpah. Seperti Curug Cibolang Panjalu, Situ Lengkong Panjalu, Sungai Cireong, Hutan Pinus Darmacaan, Situ Wangi Kawali. Kurangnya even tahunan di Ciamis menjadi salah satu penyebab masih sedikitnya wisatawan yang datang ke Ciamis.

(Dadang Hermansyah/detikTravel)(Dadang Hermansyah/detikTravel) Foto: undefined
Tonton juga video: 'Lestarikan Budaya Nusantara dengan Trenggalek Ethnic Carnival'

[Gambas:Video 20detik]

Untuk itu, bertepatan dengan hari jadi Ciamis, Pemkab Ciamis menggelar even Galuh Etnic Carnival, yang akan menjadi even tahunan oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga.

Dalam GEC yang digelar di kawasan Alun-alun Taman Raflesia Ciamis, Selasa (17/7/2018) sejumlah kesenian helaran dan kebudayaan ditampilkan menghibur warga Tatar Galuh. Seperti Bebegig Sukamantri, Mabokuy Rajadesa, Buta Batok dan Wayang Landung. Meski bentuk kesenian Helaran itu cukup menyeramkan, dengan aura mistik dan mitos.

Namun itu menjadi khas tersendiri dan daya tarik. Meski menakutkan, banyak masyarakat dan anak-anak yang sengaja ingin berfoto dengan bebegig dan sejenisnya.

"Memang menyeramkan, tapi unik jarang-jarang lihat kesenian seperti ini jadi untuk kenang-kenangan di foto dulu," ujar Lilis warga Imbanagara Raya saat menyaksikan GEC di Alun-alun Ciamis.

(Dadang Hermansyah/detikTravel)(Dadang Hermansyah/detikTravel) Foto: undefined


Warga lainnya, Dudung mengaku cukup terhibur dengan adanya kegiatan GEC itu, banyak keseninan yang unik-unik ditampilkan. Hanya yang disayangkan, sosialisasi GEC itu masih kurang, karena ia melihat acara tersebut secara tidak sengaja, tapi sedang ada keperluan di perkotaan Ciamis.

"Kebetulan ada keperluan di Kota, pas di Alun-alun lihat acara ini jadi lihat dulu, memang kegiatannya bagus, sayangnya kurang sosialisasi," ucapnya.

Sementara itu, Panitia GEC yang juga Kasi Pembinaan Kesenian Disbudpora Ciamis Eman Hermansyah mengatakan hadirnya Galuh Etnic Carnival yang digelar pertama kalinya ini, dimanfaatkan masyarakat untuk berfoto dengan ikon-ikon kesenian setiap daerah.

"Kami ingin mengenalkan kesenian-kesenian Ciamis yang sering tampil di kota/kabupaten lain dan sering jadi juara. Tidak dipungkiri masih banyak warga yang tidak tahu kesenian itu asalnya dari Ciamis," ujarnya.

Menurut Eman, setiap tahun kesenian dari Ciamis sering diundang oleh kota/kabupaten lain. Untuk itu, pihaknya juga mengundang beberapa daerah juga memeriahkan GEC.

"GEC ini bisa menjadi festival even tahunan, sehingga kedepan bisa mendatangkan wisatawan domestik ke Ciamis. Karena di Ciamis ini juga banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, terutama wisata alam," tuturnya.

Eman mengatakan, beberapa kesenian di Ciamis yang cukup terkenal di Indonesia yakni, Bebegig Sukamantri, Wayang Landung dan Buta Batok dari Panjalu, Helaran Mabokuy dari Rajadesa.


Ciamis Punya Galuh Ethnic Carnival untuk Tarik Wisatawan
(sym/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED