Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 17 Jul 2018 17:20 WIB

TRAVEL NEWS

Menpar: Togean Punya Underwater Terbaik Se-Indonesia, Tapi...

Bona
detikTravel
Menpar Arief Yahya dalam Calender of Event Centra Celebes 2018 (Bona/detikTravel)
Menpar Arief Yahya dalam Calender of Event Centra Celebes 2018 (Bona/detikTravel)
Jakarta - Togean adalah salah satu destinasi underwater terbaik di Indonesia. Namun akses harus diperbaiki untuk mendatangkan banyak wisatawan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola, meluncurkan Calendar of Event Sulawesi Tengah 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Jakarta, Selasa siang (17/7/2018). Mereka didampingi Ketua DPRD Sulteng H Aminuddin Ponulele, dan Ketua PB ISSI Raja Sapta Oktohari.

Dalam pernyataannya, Menpar Arief Yahya menyebutkan Festival Togean sebagai salah satu atraksi menarik. Hal ini juga dipicu dengan alam Togean yang super eksotis.

"Togean Underwaternya terbaik Se-Indonesia, tapi ada hal yang harus ditambah yaitu akses," ujar Arief Yahya.



Jarak darat dari Palu ke Ampana yaitu 7-8 jam. Ini menjadi salah satu kendala dalam mengakses Pulau Togean.

"Palu belum punya international airport, padahal 2/3 dari wisman maunya direct," imbuhnya.

Menpar menambahkan untuk jadi destinasi internasional harus mulai dari adanya bandara international. Palu bisa mulai dari charter flight. Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengatakan, aksesibilitas dan konektivitas penerbangan maupun melalui pelayaran menjadi fokus perhatian Pemprov Sulteng.

"Masalah konektivitas ini juga menjadi perhatian dalam Rakor Pariwisata Regional Sulawesi dan disepakati oleh 6 provinsi bahwa Sulawesi nantinya dibuat menyambung dan saling terkoneksi. Untuk mendukung pariwisata," kata Gubernur Longki Djanggola.

Provinsi se-Sulawesi sepakat untuk memperkuat konektivitas pariwisata dengan mengembangkan sistem transportasi darat melalui percepatan pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi serta pelabuhan termasuk sarana dan sistem transportasi yang menghubungkan titik-titik destinasi pariwisata di Sulawesi.



"Unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) menjadi fokus utama dalam meningkatkan pariwisata Sulteng yang tahun 2018 ini menargetkan 3,825 juta wisatawan," kata Longki Djanggola.

Tahun 2017 jumlah kunjungan wisman ke Sulteng sebanyak 57.461 wisman, sedangkan wisnus sebanyak 3.019.448 wisnus. Untuk itu, Kemenpar memberikan bantuan langsung sebanyak 50 persen dalam pembangunan bandara Internasional di Palu. (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED