Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Agu 2018 15:25 WIB

TRAVEL NEWS

Rampung, Garuda Wisnu Kencana Akan Disambut Pentas Seni

Moch Prima Fauzi
detikTravel
Foto: (Nandhang Astika/detikTravel)
Foto: (Nandhang Astika/detikTravel)
Jakarta - Pembangunan patung raksasa Garuda Wisnu Kencana di kawasan Cultural Park GWK, Ungasan, Jimbaran, Bali, akhirnya selesai. Dibutuhkan waktu yang panjang untuk menyelesaikannya yakni 28 tahun sejak proses perencanaan dan perancangan dari era Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana merupakan wujud nyata dari komitmen para seniman yang terlibat, khususnya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke kancah Internasional.

"Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Garuda Wisnu Kencana, khususnya Bapak Nyoman Nuarta dan seluruh pihak terkait yang sudah berhasil merampungkan pembangunan patung ini," ungkap Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (1/8/2018).

Ia berharap dengan rampungnya patung raksasa Garuda Wisnu Kencana bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Dewata. Target 20 juta turis asing pun diharapkan bisa terwujud pada 2019.

"Kita berharap keberadaan patung ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan sejalan dengan target 20 Juta wisatawan mancanegara dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara pada tahun 2019," imbuhnya.

Dijelaskan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, patung GWK memiliki tinggi 121 meter dari permukaan tanah atau 271 meter dari permukaan laut (dpl). GWK menjadi salah satu patung tertinggi dunia bersanding dengan patung Spring Temple Buddha China, The Laykyun Sekkya Buddha Myanmar, Patung Liberty Amerika Serikat, Ushiku Daibutsu Jepang, The Motherland Calls Rusia, dan Christ the Redeemer Brazil.

"Garuda Wisnu Kencana akan menjadi salah satu patung tertinggi di dunia. Jelas dampaknya akan sangat positif, terutama pada kunjungan wisatawan ke Indonesia. Kunjungan wisman akan semakin bertambah," terang Pitana.

Ia yakin, patung GWK akan turut menaikkan pamor pariwisata Indonesia. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestariannya.

"Dengan berbagai kajian empiris, Kami yakin patung GWK akan menaikkan citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas. Tentunya kita harus bersama-sama menjaganya mengingat Bali adalah daerah pariwisata yang sangat terkenal di dalam maupun luar negeri," pintanya.

Sebelum rampung, patung GWK memang telah menjadi magnet bagi para pelancong yang datang ke Bali. Pitana mengungkap, itu terbukti dari diselenggarkannya beragam acara di kawasan tersebut.

"Namun sekarang, GWK menjadi lokasi favorit wisatawan. Berbagai event akbar juga terselenggara di sini. Mulai dari acara musik Soundrenaline hingga Torch Relay Asian Games 2018," ungkapnya.

Untuk diketahui, pembangunan Garuda Wisnu Kencana bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, sekitar tahun 1989. Awal tahun 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto, dan disetujui.

Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park GWK di Bukit Ungasan Jimbaran ini dilakukan tahun 1997. Pembuatan keping-keping GWK melibatkan ratusan seniman. Sekitar 120 seniman turut mengerjakan pemasangannya di Bali.

Sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan, pertunjukan seni akan akan disajikan di Cultural Park GWK pada 4 Agustus yang dimeriahkan aksi kebudayaan. Sejumlah artis juga akan memeriahkan kegiatan tersebut. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA