Arief menjelaskan, wisata belanja termasuk dalam cultural tourism yang menjadi alasan terkuat 60% turis asing datang ke Tanah Air. Dari 60% cultural tourism itu, wisata belanja dan kuliner mencapai 45%, wisata budaya dan sejarah 20% dan wisata kota dan desa 35%.
"Dengan adanya perubahan di tax refund ini, wisatawan mancanegara akan semakin banyak yang datang ke Indonesia, khususnya Jakarta," jelas Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (29/8/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minat belanja turis asing itu bisa terlihat selama pagelaran Asian Games 2018 berlangsung di Jakarta. Potensi wisata tersebut dimanfaatkan oleh Pemda DKI Jakarta untuk menyiapkan dua layanan tour yakni tour belanja dan tour sejarah.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata DKI Jakarta Hari Wibowo mengatakan, Pemerintah DKI Jakarta menyediakan delapan bus wisata TransJakarta untuk melayani rute wisata para atlet, ofisial, delegasi maupun media selama Asian Games berlangsung.
Pada Minggu (26/8) kemarin, Pemprov DKI membawa 277 wisatawan dengan agenda sightseeing dan shopping diikuti 138 wisatawan, rute shopping Smesco diikuti 27 wisatawan, rute Heritage Tour ada 7 wisatawan, dan rute Monas Tour ada 107 wisatawan.
"Bus itu berangkat satu jam sekali akan mengatarkan ke tempat yang telah ditentukan yaitu Monas, Kota Tua, Smesco, Grand Indoensia atau Senayan City. Setiap bus diisi dua pemandu wisata yang terdiri atas satu pemandu wisata profesional dan satu pemandu wisata dari Abang None Jakarta," jelas Hari.
Pemerintah DKI Jakarta juga tetap membuka museum meski saat hari libur. Setiap hari libur museum akan buka dari pukul 13.00 WIB. Namun, Hari mengungkapkan di antara paket yang ditawarkan para tamu Asian Games lebih banyak memilih tur belanja dibandingkan tur sejarah.
"Kita sudah tawarkan dua jenis paket, wisata belanja dan sejarah di Jakarta. Mereka rata-rata inginnya belanja untuk oleh-oleh. Maka mereka kami bawa ke beberapa tempat seperti Smesco, Grand Indonesia dan Senayan City. Grand Indonesia paling diminati," kata Hari.
Ia sendiri tak mengetahui alasan para tamu lebih memilih Grand Indonesia. Di sana para tamu bisa menemukan barang-barang yang dicari.
"Mungkin mereka mendapat informasi dari Google. Meskipun sudah disarankan Smesco yang lebih menawarkan banyak pilihan barang dari UMKM dan harga murah, saya juga sudah kasih brosurnya, tetapi mereka mintanya tetap ke Grand Indonesia," ujar Hari.
Selain ke Grand Indonesia, para wisatawan juga berbelanja di Alun-Alun Indonesia. Salah satu pasar raya yang menjual benda-benda khas Indonesia.
"Menurut mereka, belanja di Alun-Alun tidaklah mahal, mereka senang bahkan ada yang kembali ke sana dengan banyak membawa tas jinjingan," kata Ganjar.
Selain tempat berbelanja, Taman Impian Jaya Ancol juga diminati tamu Asian Games 2018. Kebetulan, Taman Impian Jaya Ancol juga menggelar Asian Lantern Festival khusus untuk Asian Games 2018 dan dan Festival Kopi.
(ega/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru