"Terlibat dalam pengembangan Wringin Putih ini, Pertamina memahami pentingnya melestarikan budaya terutama budaya lokal. Setelah berkembang dan kini menjadi tujuan wisata, kehadiran Wringinputih juga turut meningkatkan animo wisatawan domestik dan mancanegara untuk menikmati keindahan dan keunikan Balkondes tersebut," jelas VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito dalam keterangan tertulis, Jumat (31/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, Balkondes Wringinputih pun menjadi salah satu set lokasi pengambilan gambar untuk film layar lebar Indonesia 'Kuambil Lagi Hatiku' yang akan diproduksi oleh Perusahaan Film Negara (PFN). Sebagai BUMN, Pertamina pun bersinergi untuk memberikan energi kepada PFN untuk bangkit kembali dan berkarya di dunia perfilman nasional.
"Selain menyiapkan Wringinputih, Pertamina juga menjadi Sponsor Platinum guna mendukung film ini. Kami berharap peran Pertamina ini bisa menjadi eksposure yang positif bagi penikmat film di Tanah Air," ujar Adiatma.
Pada film bergenre drama komedi yang mengangkat kisah keluarga ibu dan anak dengan nilai-nilai keberagaman ini, Pertamina berharap film-film yang diproduksi PFN dapat mengkomunikasikan nilai kebaikan dan menyampaikan pesan bahwa Indonesia memiliki budaya yang beragam dan akan tetap bersatu.
Sebagai lokasi set, Balkondes Wringinputih dan Candi Borobudur dapat meningkatkan keingintahuan masyarakat terhadap keindahan alam Indonesia. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.
Untuk itu, Pertamina turut mendukung promo lokasi wisata di Balkondes Wringinputih yang salah satu desanya adalah desa binaan Pertamina di Wringinputih.
'Kuambil Lagi Hatiku' akan mulai proses produksi pada September 2018 dan ditargetkan tayang pada Februari 2019 di jaringan Cineplex dan CGV Cinemas di Indonesia.
Memang Balkondes Wringinputih menyajikan kesejukan alam pedesaan yang masih alami dengan latar belakang perbukitan Menoreh. Pemandangan ini pun menjadi visual yang memanjakan mata dan memberi ketenangan bagi pengunjung.
Tak hanya keindahan alam, destinasi ini juga memiliki arsitektur bangunan rumah yang unik berbentuk pondok dari bambu. Desain halamannya pun menambah kekuatan panorama alam yang masih asri karena didominasi kayu dan bambu.
Bale Bambu Klatakan yang awalnya hanya kebun bambu liar pun kini telah menjadi daya tarik utama dan sering diabadikan sebagai objek swafoto. Kearifan lokal masyarakat setempat pun turut menyertai persona Wringinputih, yakni interaksi sosial, persaudaraan yang erat, serta gotong royong antar warga. (mul/mpr)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru