Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 01 Sep 2018 15:45 WIB

TRAVEL NEWS

Jaring Wisatawan Thailand, Kemenpar Suguhkan Borobudur

Moch Prima Fauzi
detikTravel
Foto: kemenpar
Jakarta - Kementerian Pariwisata berupaya menggaet para pelaku usaha pariwsata atau buyer asal Thailand dalam acara Sales Mission Wonderful Indonesia Bangkok. Di kesempatan itu, mereka menyuguhkan beberapa pariwisata di berbagai kota di Indonesia.

Salah satu ikon wisata di Indonesia yang diperlihatkan dalam presentasi adalah Candi Borobudur. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Borobudur adalah ikon pariwisata Joglosemar (Jogjakarta-Solo-Semarang), Bali adalah ikon Indonesia, maka Thailand adalah ikon pariwisata ASEAN.

"Karena itu, sudah benar jika menjaring orang Thailand untuk berkunjung ke Indonesia. Yang paling efektif adalah menampilkan ikon Borobudur," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/9/2018).



Pihaknya memang memamerkan sektor pariwisata yang berada di tiga kota di Jawa yaitu Yogyakarta, Solo dan Semarang. Dalam sesi presentasi, disebutkan bahwa puluhan buyer yang hadir tampak terpesona dengan pariwisata di daerah tersebut.

"Ini adalah perjalanan peradaban manusia di Jawa dari zaman kuno. Kejayaan kerajaan Jawa. Juga kedatangan orang-orang Asia dan Eropa ke era sekarang," tutur Wakil Ketua Tim Percepatan Sejarah, Religi, Tradisi dan Budaya Kemenpar Tendi Nuralam saat memperkenalkan sejarahnya.

Para buyer diarahkan pilihan perjalanan wisata yang dimulai dari Borobudur, sebuah kuil Budha Mahayana yang terdaftar di UNESCO yang dibangun selama masa dinasti Sailendra sebagai penguasa yang kuat pada abad ke-8.



Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur tak perlu diragukan. Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama sudah pernah menginjakkan kaki ke Borobudur. Begitu juga pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, aktor Richard Gere, pesepak bola David Beckham, hingga aktor Charlie Chaplin.

"Anda bisa mempelajari tembikar Borobudur yang terkenal yang diwariskan dari generasi ke generasi di Desa Klipoh. Bisa berwisata ke Candi Mendut dan Pawon. Bisa juga berinteraksi dengan Buddhis di Jawa. Bahkan mengunjungi biara dekat Mendut serta yang ada di kota Yogyakarta," tambah Tendi.

"Yang mau cari warna lain? Highlight-nya masih banyak. Antrean destinasi kerennya masih panjang. Yang suka heritage, bisa mampir ke Royal Palace Jogjakarta. Yang suka shopping, bisa ke Malioboro. Sementara yang ingin hunting wisata religius, bisa ke Vihara Buddha Prabha. Di Semarang bisa melanjutkan ke Kota Lama Semarang, Watugong, dan Kuil Sam Po Kong," ia melanjutkan.

Adapun pilihan paket yang diberikan yaitu ada paket wisata 5 hari yang bisa dimasukkan ke dalam itenarary liburan warga Thailand. Hari pertama, Jakarta - Yogyakarta. Dari bandara, mereka bisa langsung ke Royal Palace, menikmati welcome lunch dan beribadah di Vihara Buddha Prabha.

"Setelah itu baru checkin hotel. Paketnya sudah termasuk sarapan, makan siang dan makan malam dengan menu vegetarian," urainya.

Hari kedua, bisa langsung menjelajah ke Candi Mendut, Pawon dan Borobudur. Aktivitasnya dijamin seru. Di Borobudur, Thai people bisa ikut menikmati sunrise. Di Mendut, ada "Buddha Vairocana Throne" Sementara di Pawon, ada Sleeping Buddha dan Buddhist Monestary.

Hari ketiga, Borobudur-Semarang. "Setelah check out hotel bisa membuat tembikar di Desa Klipoh. Setelah itu ke Semarang, dan langsung check in hotel," paparnya lagi.

Kemudian hari keempat, langsung menjelajah Semarang. Kuil Watugong dan Sam Po Kong yang ada di sana, yang diyakini bisa membuat warga Thailand merasa senang. Setelahnya, di hari kelima, ada Gereja Blenduk, Kota Lama dan Taman Srigunting. "Semua akan memberikan banyak experience untuk wisatawan Thailand.

Rayuan paket tadi, dikomentari Vice President Thailand Travel Agents Association (TTAA) Yuttachai Suntornrattavert. Orang kedua di semacam ASITA-nya Thailand itu menilai paket yang ditawarkan sangat pas dengan kultur wisatawan Thailand. Apalagi, bandara baru Jogjakarta sedang dibangun di Kulon Progo. Bandara itu siap diresmikan Presiden Joko Widodo pada Maret 2019.

"Ini akan membuat penerbangan Bangkok bisa langsung mengarah ke Yogyakarta. Kalau ini rampung, saya yakin Thai people akan makin massif ke Yogyakarta," ucap Yuttachai.

Sales Mission Wonderful Indonesia Bangkok berlangsung di Hotel Lotus Sukhumvit di Hotel Lotus Sukhumvit, Kamis (30/8) sore. Hadir dalam acara tersebut Vice President Thailand Travel Agents Association (TTAA) Yuttachai Suntornrattavert, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Edy Wardoyo, dan Dodo Sudrajat selaku Minister Konselor Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Bangkok. (mul/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA