Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Sep 2018 15:40 WIB

TRAVEL NEWS

Lihat Pacuan Kuda dan Panen Kopi Gayo, Yuk ke GAMI Festival!

Agus Setyadi
detikTravel
Foto: GAMI Festival 2018 (dok. Disbudpar Aceh)
Foto: GAMI Festival 2018 (dok. Disbudpar Aceh)
Banda Aceh - Disbudpar Aceh menggelar Gayo Alas Mountain International (GAMI) 2018 di 4 kabupaten. Ada beragam acara menarik seperti pacuan kuda hingga panen kopi Gayo.

Kegiatan akan dimulai pada 14 September 2018 mendatang akan berlangsung hingga 24 November. Pembukaan event bertema 'The Power of Nature' itu akan digelar di Lapangan Musara Alun, Takengon, Aceh Tengah. Empat kabupaten yang ambil bagian yaitu Aceh Tengah (Takengon), Bener Meriah (Redelong), Gayo Lues (Blang Kejeren) dan Aceh Tenggara (Kutacane).

Pada event tersebut, beragam atraksi akan digelar seperti Destination Photo Contest, Opening Ceremony, Tarian Massal, Pawai Budaya Gayo Alas, Pentas Wonderful Gayo Alas, Handicraft and Photo Expo, Coffee and Culinary Festival, Lomba Perahu Tradisional, Jet Ski Exhibition.

Tak hanya itu, event tingkat internasional ini juga menampilkan Paramotor Show, Camping 100 Tenda, Festival Panen Kopi, Expedisi Burni Telong, Takengon Rafting, Aceh Bike Cross Country, Gathering Pesona Indonesia, Pacu Kuda Tradisional, Aceh Trail Adventure, Festival Agara, Wisata Arung Jeuram, Pelatihan Pariwisata dan atraksi wisata menarik lainnya.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Amiruddin, mengatakan, tujuan utama digelar GAMI Festival 2018 yaitu sebagai pintu masuk dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan di poros tengah melalui kegiatan kepariwisataan, kebudayaan dan pertanian, khususnya agroindustry.

Selain itu, event tersebut juga untuk mewujudkan dataran tinggi Gayo Alas (DTGA) sebagai Kawasan Dynamic Agro-ecology dan Penggerak Ekonomi Hijau (Green Economy) di Aceh.

"Event ini juga untuk menjadikan DTGA sebagai Pusat Destinasi Wisata Agro, Sejarah dan Adventure. Tujuan kita juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan (nusantara dan mancanegara) ke DTGA, Aceh khususnya dan Indonesia umumnya," kata Amiruddin dalam rilis yang diterima detikTravel, Kamis (13/9/2018).

Dataran tinggi Gayo-Alas sendiri terletak di bagian pegunungan Bukit Barisan pada ketinggian 1.500 Mdpl yang membentang di sepanjang Pulau Sumatera. Kondisi alam di empat kabupaten di wilayah tersebut tergolong sangat subur. Hawa dingin di sana juga sangat cocok untuk ditanami kopi, tanaman holtikultura dan lainnya.

Selain perkebunan kopi rakyat yang terhampar luas, Gayo juga memiliki seni dan budaya yang sudah diakui UNESCO yaitu Tari Saman. Menurut Amiruddin, dengan adanya event ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat DTGA melalui pengembangan kawasan berbasis Agro Forestry, Agro Industry dan Agro Tourism sesuai potensi daerah.

"Kita juga mendorong pembangunan kawasan di poros tengah melalui kegiatan Kepariwisataan, Kebudayaan dan Pertanian, khususnya Agroindustri," jelas Amiruddin.

"Kunjungan wisatawan diprediksikan akan meningkat pasca GAMI Festival 2018, ditargetkan 4 juta orang (wisnus) dan lebih 150 ribu orang (wisman) pada tahun 2018," ungkapnya.

(sna/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED