Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Sep 2018 18:50 WIB

TRAVEL NEWS

Dukungan Menpar untuk M Fadli di Asian Para Games 2018

Nabila Nufianty Putri
detikTravel
Foto: dok APG Indonesia
Foto: dok APG Indonesia
Jakarta - Tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini, termasuk bagi seorang Mohammad Fadli Imammuddin yang sudah membuktikannya. Akibat kecelakaan yang dialaminya, ia harus memulai hidup baru dalam dunianya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, angkat topi untuk perjuangan Fadli. Sebab ia pantang menyerah dengan kondisinya.

Awalnya, Fadli adalah idola di arena balap motor Indonesia, ia juga dikenal sebagai raja road race Asia. Namun, takdir mengubah perjalanan hidupnya dan kini menjadi atlet andalan balap sepeda di Asian Para Games 2018.

"Semangat untuk mengharumkan nama bangsa tidak pernah luntur dari sosok Fadli. Luar biasa. Ini sangat menginspirasi. Tidak banyak sosok seperti Fadli. Dalam kondisi apa pun dia selalu all out buat negara. Bravo Fadli," puji Menpar Arief dalam keterangan tertulis (13/9/2018).

Cerita tentang Fadli dimulai pada 7 Juni 2015, saat itu ia sudah dipastikan menjadi juara di Asia Road Race Championship di Sentul, Bogor. Fadli sudah melewati garis finish, dan ia pun melambaikan tangan kepada fansnya.

Namun momen kebahagiaan itu seketika berubah menjadi duka. Tanpa diduga, Pebalap Thailand, Jakkrit Sawangswat, melaju kencang dan menghantam Fadli. Tidak dapat dipungkiri jika ia terpental akibat kejadian itu.

Dampak dari kejadian itu terlalu fatal. Fadli dihadapkan pilihan mengamputasi kedua kakinya, bahkan tanpa dua kaki, Fadli pun terpaksa undur diri dari dunia road race.

Untuk menyesuaikan dengan kondisi barunya, Fadli membutuhkan waktu hingga satu tahun. Sebab, seluruh aktivitasnya kini ditopang dengan kaki palsu. Namun, mental bajanya membuat Fadli kembali ke arena balap. Tapi bukan sebagai pembalap motor, karena sudah menjadi disabilitas maka ia memilih menekuni balap sepeda alias paracycling.

Mental juaranya berbicara, 2 perak dan 2 perunggu disabetnya dari SEA Para Games 2017 Malaysia. Tidak hanya itu, Fadli juga menjadi juara Asia di Kejuaraan Dunia Paracycling 2018 di Myanmar. Dengan deretan prestasi itu, Fadli kini ingin menjadi andalan Indonesia untui menyabet medali di Asian Para Games 2018.

"Mungkin ini sudah menjadi jalan hidup saya. Justru, setelah kecelakaan yang menimpa, tetap ada banyak jalan keluar bagi saya untuk tetap menjadi seorang atlet," kata Fadli.


Dirinya yang saat ini menekuni dunia yang baru baginya, membuktikan bahwa jika usaha tidak akan mengkhianati hasil.

"Ini awal saya menjadi atlet penyandang disabilitas. Saya sempat kagok juga beradaptasi dari balap motor ke balap sepeda. Tapi, inilah jalan hidup saya sekarang," ungkapnya.

Sebagai pendatang baru, Fadli tidak mematok target tinggi. Walau sudah berprestasi, Fadli sadar ia masih pendatang baru. Hal tersebut ia ungkapkan katannya di sela-sela persiapannya menghadapi ajang penyandang disabilitas Asian Para Games 2018 mendatang, Kamis (6/9/2018).

"Target pribadi sih harus menjadi yang terbaik. Tapi saya tak mau muluk-muluk. Di ajang nanti saya akan mendapat saingan dari pebalap China dan Iran. Mereka sudah lama mempersiapkan diri. Sedangkan, persiapan saya baru awal Januari lalu," paparnya.

Fadli mengaku berlatih secara intensif selama di bawah pengawasan Puspita Mustika Adya untuk mematangkan kemampuannya.

"Saya mengerti ini bukan hal yang mudah. Maka, saya tidak memasang target yang muluk-muluk. Yang terpenting, saya sudah berlatih keras dan saya pikir hasil akan mengikuti," tutup Fadli. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED