Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Sep 2018 17:35 WIB

TRAVEL NEWS

Kostum Ramah Lingkungan Dihadirkan di Malang Flower Carnival 2018

Akfa Nasrulhaq
detikTravel
Ilustrasi Menpar Arief Yahya (Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi Menpar Arief Yahya (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Ada yang unik dari pelaksanaan Malang Flower Carnival (MFC) 2018. Akan ada pawai peserta dalam balutan kostum berbahan daur ulang yang ramah lingkungan.

Inisiatif baru tersebut berlaku pada seluruh peserta karnaval, yakni mewajibkan mengenakan kostum berbahan daur ulang. Inovasi tersebut merupakan salah satu langkah dalam mengampanyekan pelestarian lingkungan.

Para peserta dijamin tak akan risih ataupun takut terpapar masalah kesehatan karena seluruh desain kostumnya sangat higienis. Produk yang ditampilkan juga sangat fashionable. Kegiatan tersebut akan digelar pada Minggu 16 September 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengacungkan dua jempol atas ide karnaval tahun ini, apalagi inovasi untuk ramah terhadap lingkungan. Ia pun tak ragu untuk menyebut MFC 2018 keren.

"Event-nya keren. Kostum Malang Flower Carnaval itu sudah keliling di berbagai travel mart, festival, dan show di berbagai penjuru dunia. Dan selalu menjadi ajang selfie dan mendapat perhatian khusus pengunjung booth Wonderful Indonesia," ujar Arief, dalam keterangan tertulis, Jumat (14/9/2018).


Sebelumnya, MFC juga pernah mendapat penghargaan di mancanegara, di antaranya sebagai The Best Performances dalam Parade Budaya Internasional di Moskow Rusia, Best National Costume, dan Miss Queen Tourism Ambassador International, di Kuala Lumpur Malaysia.

Ketua MFC 2018, Agus Sunanada menjelaskan, tahun ini pihaknya akan memberikan warna berbeda. Salah satu peraturan pada peraturan MFC tahun ini adalah, kostum peserta 75% harus menampilkan ornamen bunga, namun ornamen itu dibuat dari barang-barang bekas berupa plastik, spons, kertas, dan karet sandal.

"Limbah ini bisa didapatkan dari berbagai aktivitas produksi atau konsumsi. Termasuk banyaknya industri sandal yang ada di Malang," ungkap Agus.

Acara dikemas semaksimal mungkin, jalan Ijen sepanjang 800 meter yang merupakan salah satu ikon Kota Malang akan dibuat berbunga oleh ratusan desainer dan pelajar. Itu selaras dengan tema Eksotika Bunga Nusantara yang diusung di seri 2018.

Kategori lomba karnaval tersebut terdapat dua pilihan, yaitu kategori anak-anak dan kategori SMA-Umum. Kategori anak-anak diikuti peserta yang berumur 6-13 tahun sedangkan kategori umum berlaku unuk peserta berumur di atas 14 tahun.

Kostum-kostum yang dilombakan dan ikut parade adalah kreasi baru dari para peserta. Sedangkan peserta yang sudah menang tahun lalu tidak lagi bisa mengikuti lomba yang sama. Hadiah yang ditawarkan juga menggiurkan, yakni uang tunai dengan total Rp 50 juta untuk enam pemenang kelompok dan satu juara The Best Perform.

"Hal ini dimaksudkan untuk memicu kreativitas masyarakat. Dan memunculkan desain baru yang lebih inovatif," terang Agus.


Respon dari masyarakat pun sangat bagus, bisa dilihat dari jumlah peserta yang meningkat hampir 50 persen. Dari 214 peserta pada tahun lalu, kini menjadi 296 peserta.

Pesertanya juga tidak hanya dari Malang, tapi ada dari Surabaya, Banyuwangi, Jember, Blitar, Pasuruan, Surabaya, Probolinggo, Bondowoso, Kediri, Nganjuk, dan Batu. Mewakili Sulawesi, ada peserta dari Tomohon. Perwakilan Sumatera ada Palembang dan Medan.

Bagi yang ingin menyaksikan serunya agenda ini, silakan datang ke Malang. Pilihan moda transportasinya banyak mulai dari kereta, bus, dan penerbangan, semua tersedia.

Pengunjung juga bisa memilih berbagai penginapan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ada hotel, guess house sampai homestay yang bisa di hunting di sekitar lokasi acara dan semuanya bisa di cari dengan mudah di internet. (ega/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED