Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Okt 2018 17:55 WIB

TRAVEL NEWS

Membatik di Borobudur, Ini Pesan UNESCO Untuk Anak Muda

Pertiwi
detikTravel
Peringatan Hari Batik Nasional di kawasan Borobudur (Pertiwi/detikTravel)
Peringatan Hari Batik Nasional di kawasan Borobudur (Pertiwi/detikTravel)
Magelang - Masa depan batik ada di tangan anak muda Indonesia. Di Borobudur Magelang, UNESCO berpesan agar batik dilestarikan.

Peringatan Hari Batik Nasional di kawasan Borobudur berlangsung cukup meriah, Selasa (2/10/2018). Ada ratusan orang dari berbagai kalangan yang sebagian besar merupakan generasi muda, menyempatkan diri membatik bersama di Desa Karanganyar, Borobudur, Magelang.

"Pada peringatan Hari Batik Nasional tahun ini, UNESCO menggelar kegiatan melestarikan batik serta kampanye budaya melalui program 'Creative Youth at Indonesian Heritage Sites'. Kegiatan ini untuk mengapresiasi peran penting para pemuda dalam melestarikan budaya batik melalui usaha kecil dan menengah," ujar Culture Unit UNESCO Jakarta, Diana Setyawati, di sela acara, Selasa (2/10/2018).

Diana mengatakan, UNESCO menyediakan dukungan pengembangan usaha untuk para pemuda yang bekerja sebagai perajin batik di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Hal itu sebagai bentuk apresiasi peran penting para pemuda dalam melestarikan batik sebagai warisan budaya tidak benda.

(Pertiwi/detikTravel)(Pertiwi/detikTravel)
"Program ini terus berlanjut untuk memfasilitasi pendampingan pengembangan bisnis dan memperluas kesempatan finansial para pemuda yang bekerja di industri kreatif," tuturnya.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya DI Yogyakarta, Zaimul Azzah menambahkan, generasi muda perlu dilibatkan dalam upaya pelestarian batik sebagai warisan budaya dunia.

"Seperti yang dilaksanakan pada peringatan Hari Batik Nasional hari ini, anak-anak https://www.detik.com/tag/wisatawan/ muda disertakan, dengan tujuan untuk mengajak mereka melestarikan batik sekaligus mengembangkannya," ujar Zaimul.

(Pertiwi/detikTravel)(Pertiwi/detikTravel)
Dia menyebutkan, saat ini terdapat ratusan motif batik yang tersebar di seluruh Indonesia. Motif-motif tersebut masih bisa dikembangkan lagi dengan kreatifitas baru tanpa meninggalkan nilai-nilai lama.

"Kami berharap, generasi muda Indonesia bisa terus membantu usaha pelestarian batik dengan mengembangkan motif-motif batik yang menarik untuk masyarakat," katanya.

Sementara itu, salah satu siswa SMP, Winda Ayu mengaku baru pertama kali berpartisipasi dalam peringatan Hari Batik Nasional. "Ini baru pertama kalinya saya ikut membatik. Agak susah, tapi senang," ujar Winda. (krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED