Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 04 Okt 2018 17:29 WIB

TRAVEL NEWS

Ayo Dukung Samota Jadi Cagar Biosfer di Indonesia

Faruk Nickyrawi
detikTravel
Foto: Gunung Tambora (dok. Istimewa)
Foto: Gunung Tambora (dok. Istimewa)
Dompu - Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora alias disebut Samota merupakan kawasan parwisata stretegis di Sumbawa, NTB. Ayo dukung jadi cagar biosfer!

Cagar Biosfer ini diinisiasi oleh Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) melalui koordinasi yang intensif dengan Kementrian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Kemenko PMK. Dukungan pun datang dari Kemenko PMK untuk kawasan Taman Nasional Tambora menjadi cagar biosfer.

Bahkan beberapa waktu yang lalu telah dilaksanakan rapat koordinasi rencana usulan Samota menjadi cagar Biosfer di kantor Gubernur NTB yang dihadiri oleh President Manager Of Business Development Acquisition (MBA) Prof. Eni Sudarmonowati, Gubernur NTB, Dinas LHK dan Bappeda NTB.

Selain melakukan rapat koordinasi, mereka juga melakukan kunjungan lapangan pada tiga lokasi untuk mendapatkan gambaran terkait kawasan yang menjadi usulan. Mereka menemukan beberapa kekurangan yang harus dibenahi seperti Kebersihan Kawasan di Pulau Moyo dan Tambora dan tidak adanya Plat Selamat datang di Pulau Moyo.

Kasubah Tata Usaha BTNT, Deny Rahady mengatakan saat ini tim teknis sedang memperoses keperluan Samota agar masuk sebagai nominasi Cagar Biosfer di tahun 2020 mendatang. Kawasan ini adalah kawasab strategis NTB. Tambora bersama Teluk Saleh dan Moyo atau Samota, termasuk pulau Satunda dijadikan satu kawasan biofer yang dinamakan Cagar Biosfer Samota.

"Kami tadinya mengejar deadline untuk masuk sebagai nominasi Cagar biosfer tahun 2019, Cuma tidak terkejar karena waktu sudah habis. Namun berkas sudah kita sampaikan, cuma masih perlu kita susun secara sistematis lagi karena ada beberapa masukkan. Usulan nominasi ini didukung oleh Gubernur dan tiga Bupati, Bima Dompu dan Sumbawa serta Kementrian LKH dalam hal ini Dirjen KSDAI," ungkapnya saat ditemui detikTravel di kantor BTNT Dompu, Kamis (04/10/2018).

Dikatakan Deny ada kriteria khusus untuk menjadi Cagar Biosfer, salah satunya harus sustainable (Pola Keberlanjutan) dan yang menjadi catatan penting, cagar biosfer tidak boleh ada yang namanya kalimat ilegal. Seperti ilegal hunting, ileal vising dan ilegal logging.

"Itu nggak boleh ada, semua harus sustainable itu yang paling penting," ujar Deny.

Cagar biosfer merupakan sebuah branding yang sama persis dengan Geo Park Dunia atau Nasional. Pengakuan dunia bahwa kawasan itu memang layak dilabeli sebagai cagar biosfer, karena sudah memperhatikan prinsip substainable dan nots Illegal. Jika telah dicanangkan sebagai cagar biosfer maka ada harapan terjadinya peningkatan laju kunjungan wisata yang naik. (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED