Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Okt 2018 17:20 WIB

TRAVEL NEWS

Lombok Selatan Butuh Mitigasi Bencana Untuk Jaga Pariwisata

Harianto Nukman
detikTravel
Foto: Pantai Kuta di KEK Mandalika (dok ITDC)
Foto: Pantai Kuta di KEK Mandalika (dok ITDC)
Mataram - Lombok selatan punya potensi wisata besar, tapi ada juga potensi gempa. Butuh mitigasi bencana supaya pariwisata di sana bisa tetap terjaga.

Tahun 1977, pernah terjadi gempa bumi Magnitudo 8,3 di selatan Pulau Sumbawa. Gempa memicu tsunami di Teluk Awang setinggi 5 meter dan di Lunyuk setinggi 15 meter.

Analis bencana geologi Dinas ESDM NTB, Kusnadi, mengatakan ada zona subduksi di laut sepanjang 200 km di selatan pesisir Pantai Kuta, Tanjung Aan, Selong Belanak dan pantai selatan lainnya. Ini merupakan zona pertemuan antara lempeng Samudera Indo Australia, yang menunjam ke lempeng Benua Eurasia.

"Penunjaman ini berdampak pada pengumpulan energi yang besar dan dapat dilepaskan dalam bentuk gempa bumi yang besar pula," jelas Kusnadi yang juga alumnus pascasarjana di University of Twente Belanda, Jumat (12/10/2018).

Dia menjelaskan beberapa penelitian memperkirakan Pantai Tanjung Aan dan sekitarnya dulu merupakan gunung api bawah laut. Buktinya adalah struktur berupa peperit pada batuan breksi vulkanik. Zona subduksi dapat mengakibatkan gempa bumi dan membentuk gunung api.

Biasanya gunung api bawah laut terbentuk pada zona divergen atau perpisahan lempeng, tetapi yang di Lombok terbentuk pada zona konvergen atau tumbukan antar lempeng (zona subduksi). Itu juga yang membuatnya daerah selatan Lombok menjadi unik.

Mandalika termasuk salah satu dari 10 Bali Baru (dok ITDC)Mandalika termasuk salah satu dari 10 Bali Baru (dok ITDC)
Sebagai bagian dari 10 destinasi wisata Bali Baru, pembangunan fasilitas pariwisata di daerah ini pun cukup masif terutama di Mandalika sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Oleh karena itu, Kusnadi berharap pembangunan selaras dengan konsep mitigasi bencana di sepanjang pantai selatan Lombok.

"Perlunya dibuat sistem atau upaya mitigasi. Seperti Jepang yang memiliki potensi kegempaan sudah dari dulu sangat aware dengan upaya mitigasi berupa penataan ruang yang ramah bencana dan pengawasan pembangunan. Jadi bukan masalah akan terjadi atau tidak bencana besar tapi upaya mitigasi penting untuk keteraturan ruang," terangnya.

Tak heran jika di bagian selatan Lombok yang merupakan produk zona subduksi tadi kaya akan keindahan alam, keunikan beragam jenis bebatuan dan biota laut di dalamnya. (fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED