Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Okt 2018 22:15 WIB

TRAVEL NEWS

Ingin Target Wisman Tercapai, Kemenpar Kerja Sama dengan OECD

Robi Setiawan
detikTravel
Foto: Dok Kemenpar
Foto: Dok Kemenpar
Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya bekerja sama dengan Organization for Economic Cooperation Development (OECD) agar target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercapai.

Arief mengungkapkan itu saat menghadiri OECD Secretary General Meeting di Octopus Ristorante, Ayodya Hotel yang merupakan salah satu kegiatan dari IMF-World Bank Group pada (11/10) di Nusa Dua, Bali. Dalam kegiatan itu, Arief didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Nia Niscaya dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar Hiramsyah Thaib.

"Pertemuan dengan OECD dilakukan untuk membicarakan perihal kerja sama dalam bidang pariwisata. Tujuannya adalah mendukung pencapaian target kunjungan wisman ke Indonesia," kata Arief dalam keterangannya, Jumat (12/10/2018).

Pada kesempatan itu, Arief membahas pengembangan kepariwisataan Indonesia untuk ke depannya dengan Sekjen OECD Jose Angel Guírra dan jajaran. Maka dari itu, bantuan expertise dari OECD sangat dibutuhkan.

"Tiga poin utama adalah tentang kebijakan deregulasi. Kebijakan ini semakin digalakkan untuk memudahkan ease of entering Indonesia dan ease of doing business di Indonesia," jelas Arief.

Lalu, poin kedua terkait dengan investasi dan pembiayaan. Tujuannya adalah mengembangkan destinasi pariwisata untuk sustainable tourism development. Poin ketiga adalah pengembangan Sumber Daya Manusia.

"Skil dan kompetensi SDM pariwisata di Indonesia harus terus ditingkatkan agar para pelaku pariwisata di Indonesia bisa memiliki daya saing," lanjut dia.

Mengenai hal itu, Jose Angel Guírra mengatakan bahwa Indonesia sudah tepat memilih pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas. Sebab, pengembangan kepariwisataan di Indonesia goes beyond the scope of just tourism," kata dia.

Jose menambahkan pariwisata adalah kontributor untuk peningkatan devisa, PDB dan tenaga kerja yang paling mudah dan murah. Dia juga menilai pariwisata sebagai faktor utama inclusive growth.

"Melalui kerja sama ini, OECD berharap dapat membantu Indonesia. Khususnya dalam hal analisis dan riset di bidang kepariwistaaan. Tujuannya tentu untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," tutup dia. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED