200 Pelukis yang ambil bagian, berasal dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Tidak hanya pelukis lokal, pelukis mancanegara seperti Malaysia, China, Jepang, Thailand, dan Singapura, juga ikut melelang karya lukisnya. Terdapat sekitar 5.000 lukisan yang akan ditawarkan dalam PSLI 2018.
"PSLI 2018 sangat bermanfaat dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. PSLI menyediakan wadah pasar bagi seniman. Sebuah sarana pertemuan antara supply produk orang kreatif di bidang seni dan demand dari para peminat seni," jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam keterangan tertulis, Jumat (12/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain jual beli karya lukis, banyak kegiatan lain yang mengisi PSLI 2018. Ada workshop seni lukis, melukis on the sport, melukis model. Tidak hanya itu, PSLI yang sudah masuk dalam daftar Top 100 event Wonderful Indonesia ini juga diisi pementasan teater, musik dan tari kontemporer.
"Ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dunia seni. Belum stabilnya jejaring antara pelaku seni dan pasar harus dipikirkan bersama," ujarnya.
Arief juga optimistis PSLI juga bakal mendatangkan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Menurutnya, dunia seni lukis memiliki penggemar yang sangat banyak. Dan mereka rela berburu lukisan ke berbagai negara.
"Ini acara yang menarik. Super lengkap, tidak hanya pameran lukisan. Ada berbagai macam kegiatan dalam satu rangkaian acara. Ada musik, tarian, workshop, dan masih banyak lagi," pungkas Arief.
Ketua Umum PSLI M. Anis menjelaskan event ini menjadi ajang bertemunya pelukis dengan pembeli. Baik dari kalangan kolektor atau galeri.
"Dari sisi karya, PSLI tahun ini dipastikan makin kaya dengan teknik dan aliran lukisan. Semuanya akan tersedia di 150 booth yang disediakan," ujar Anis.
Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemepar Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan perhelatan PSLI 2018 makin mengukuhkan dirinya sebagai ajang seni rupa yang sangat berpengaruh.
"PSLI dari waktu ke waktu selalu mengundang kekaguman. Baik pelaksanaannya, maupun karya-karya yang disajikan," ujar Wayan Giri didampingi Kabid Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan.
Giri menambahkan, di Indonesia memang terdapat acara-acara serupa PSLI. Acaranya ada di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Namun, menurutnya hanya PSLI yang bisa memberikan kekayaan warna.
"Banyak event seperti ini. Namun belum ada yang mampu menyodorkan kekayaan warna seperti yang ada di PSLI. Ditambah, ajang ini terbuka untuk siapa saja," pungkasnya. (ega/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh