Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 13 Okt 2018 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Gelar Festival Pesona Bupolo, Menpar: Selamat Ultah Kabupaten Buru

Moch Prima Fauzi
detikTravel
Foto: (dok Kemenpar)
Foto: (dok Kemenpar)
Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Festival Pesona Bupolo 2018. Ia pun mengucapkan selamat ulang tahun karena penyelenggaraan festival bertepatan dengan ulang tahun Kabupaten Buru.

"Tetapkan kurator event di setiap festival, manajemen, dan promosi yang terukur. Sehingga, penetapan festival yang tepat waktu menjadi hal yang wajib dan mudah dipromosikan. Selamat atas pelaksanaan Festival Pesona Bupolo. Sukses untuk acaranya, dan selamat ulang tahun untuk Kabupaten Buru," kata Arief dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/10/2018).



Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buru Istanto Setyahadi mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Kementerian Pariwisata dan berharap festival ini dapat termasuk dalam kalender acara di tahun yang akan datang.

"Terima kasih kepada Kemenpar yang hadir dan meninjau langsung acara kami ini. Kami sangat berharap Festival Pesona Bupulo bisa menjadi calendar of event di tahun mendatang dan kami siap terus memperbaiki diri karena pariwisata bisa menyejahterakan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Buru Ramly Umasugi juga mengatakan pariwisata dapat mengangkat ekonomi wilayahnya selain sektor-sektor unggulan di Kabupaten Buru. "Pariwisata itu langsung terasa ke masyarakat, pariwisata itu langsung bersentuhan dengan masyarakat, dan pariwisata itu bisa langsung membangun masyarakat," ujarnya.



Secara terpisah dijelaskan oleh Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan saat ini pariwisata menjadi salah satu bisnis utama atau core business Indonesia. Pariwisata menjadi penyumbang PDB, devisa, serta lapangan kerja paling besar dan mudah.

Ia mengatakan pada 2016 devisa pariwisata mencapai USD 13,5 miliar per tahun. Ini hanya kalah dari minyak sawit mentah (CPO) sebesar USD 15,9 miliar per tahun. Padahal pada 2015 lalu, lanjut dia, pariwisata masih ada di peringkat keempat sebagai sektor penyumbang devisa terbesar.

"Saat itu, pariwisata di bawah sektor migas sebesar USD 18,5 juta, CPO USD 16,4 juta, dan batu bara USD 14,7 juta. Namun akibat jatuhnya harga migas dan batu bara, konstelasi sektor penyumbang devisa berubah. CPO menjadi raja dan pariwisata menyodok ke atas sektor migas dan batubara," paparnya.

Ia melanjutkan, pada 2017 sumbangan devisa dari sektor pariwisata melesat menjadi sekitar USD 16,8 miliar. Angka ini diprediksi akan meningkat 20% menjadi sekitar USD 20 miliar pada 2018.

"Oleh karena itu, semua daerah harus bergandengan tangan untuk terus membangun pariwisata agar masyarakat kita semakin sejahtera," imbuhnya.

Sedangkan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani meminta kepada daerah untuk mempersiapkan dengan baik faktor 3A (Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi). Ketiga unsur itu, kata dia, harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.

Ricky menyarankan agar atraksi di daerah sudah mulai menerapkan standar festival yang berskala nasional. "Festival yang di kelola dengan baik akan berdampak pada media value dan juga economic value untuk daerah penyelenggara event tersebut," pungkasnya. (mul/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA