Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 13 Okt 2018 16:50 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenpar Bawa 91 Industri Pariwisata di Event Internasional

Foto: (dok Kemenpar)
Foto: (dok Kemenpar)
Jakarta - Wonderful Indonesia akan tampil all out di Internationale Tourismus-Borse (ITB) Asia 2018 yang akan berlangsung di Marina Bay Sands, Singapura, 17-19 Oktober 2018. Sedikitnya 91 industri pariwisata akan mengisi booth berdesain Kapal Pinisi.

91 Industri pariwisata yang akan dilibatkan dalam ajang ini, akan menempati areal seluas 405 sqm. Para industri ini berasal dari 15 provinsi, antara lain Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan. Kemudian Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, D. Yogyakarta, Kalimantan Barat, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua dan Bali.



Selain itu, Wonderful Indonesia juga menggandeng 4 Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) untuk menambah daya dobrak. Terdiri dari Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Bali dan Kalimantan Barat. Bersama industri lainnya, mereka akan merayu pasar Singapura.

Ada alasan mengapa Wonderful Indonesia akan all out. Pertama, Singapura adalah pasar utama Indonesia, originasi yang jumlah wismannya paling besar, sebelum akhirnya disalip China di tahun 2016.

Kedua, penyelenggaranya di-endorse khusus oleh tim ITB. Jagoan urutan pertama yang setiap tahun menjadi travelmart terbesar di dunia. Mereka berkolaborasi dengan Singapura untuk membuat pertemuan seller dan buyer industri wisata itu.

Ketiga, kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang berdampak pada jumlah wisman masuk dari border area, terutama dari pintu masuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang kunjungan wismannya di Batam, Bintang, Tanjung Balai Karimun, Anambas dan Natuna meningkat. Tidak hanya Singaporean, tetapi warga negara mana saja yang transit dari Singapura.

"Tahun ini, tepatnya 17-19 Oktober 2018, forum Business to Business (B to B) ini akan tetap menjadi prioritas kegiatan selling kami," ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/10/2018).



Kali ini misi ganda dibawa oleh Wonderful Indonesia. Selain promosi dan selling destinasi wisata, Wonderful Indonesia juga hadir dalam upaya mengangkat destinasi wisata NTB pascagempa.

"Upaya pemulihan pariwisata NTB yang mengangkat tema 'Lombok Bangkit' ini, bertujuan untuk memperbaiki citra pariwisata NTB. Baik kawasan yang terdampak maupun yang tidak terdampak langsung," kata Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani.

Selain itu, upaya lain juga dijajaki Wonderful Indonesia melalui penyelenggaraan Business Meeting para buyers ITB Asia pada 18 Oktober mendatang.

Wonderful Indonesia akan mengundang 150 orang buyers ITB Asia, guna menghadiri evening dinner bernuansa Lombok. Sebanyak 7 industri pariwisata perwakilan NTB, juga akan hadir untuk merayu para buyers. Mereka akan mempresentasikan paket dan destinasi NTB & Beyond, serta Progress Recovery Lombok.

"Kami membawa kabar baik dari Lombok, bahwa pariwisata di NTB sudah kembali pulih dan industri pariwisata membawa paket-paket wisata yang tentunya sudah siap untuk ditawarkan kepada para buyers," ungkapnya.

Giri menambahkan, event ini akan mempertemukan Seller Indonesia dengan sekitar 1.265 buyers internasional.

"Ada juga ribuan delegasi serta pengunjung dari negara-negara lain tidak hanya kawasan Asia saja. Juga akan diliput oleh media internasional," ujar Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar, Masruroh.

Masruroh memaparkan, pada tahun ini Wonderful Indonesia juga berpartisipasi pada Muslim Travel Pavilion di ITB Asia, dalam upaya NTB Bangkit. Kegiatan ini diselenggarakan selama 3 hari di hall yang sama dengan pameran ITB Asia.

Kegiatan ini merupakan showcase produk atau jasa pariwisata yang berkaitan dengan destinasi muslim atau halal. Sebanyak 3 industri pariwisata halal akan difasilitasi untuk menjual destinasi NTB & Beyond.

"Kita juga akan membawa Ketua TPP Wisata Halal Kemenpar, Riyanto Sofyan untuk memaparkan upaya Indonesia dalam menggaet 126 miliar Muslim Tourism Market. Ini kesempatan kita untuk semakin memperluas pasar di kawasan Asia. Tentu ini tidak akan kami sia-siakan," papar Masruroh. (mul/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA