Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 14 Okt 2018 09:37 WIB

TRAVEL NEWS

Borobudur Jadi Favorit Destinasi Bagi Peserta Pertemuan IMF-WB

Muhammad Idris
detikTravel
Foto: Rachman Haryanto
Foto: Rachman Haryanto
Nusa Dua - Sudah hampir sepekan penuh Indonesia Pavilion dibuka di Nusa Dua, Bali. Paviliun seluas lebih dari 2.000 meter persegi ini diharapkan jadi jendela bagi ribuan delegasi dan peserta Pertemuan IMF-Bank Dunia untuk melihat potensi Indonesia, baik dari sisi investasi, pariwisata dan keindahan alam, pencapaian infrastruktur, komoditas, hingga keragaman budaya dan seni.

Di sektor pariwisata, Indonesia Pavilion menonjolkan 10 Bali Baru yang tengah dikembangkan pemerintah jadi prioritas menarik turis. Sepuluh destinasi wisata dikemas dalam audio visual, grafis, dan gambar di diorama khusus yang dirancang dengan konstruksi bambu.

Kesepuluh destinasi pariwisata yang menjadi prioritas pemerintah adalah Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Staf Indonesia Pavilion yang bertugas di bagian pariwisata, Hadiwijaya Danusaputra, menuturkan kebanyakan delegasi dan peserta asing yang mampir ke paviliun antusias untuk mencari tahu soal Candi Borobudur ketimbang 9 destinasi lainnya.

"Kalau dipetakan, orang asing yang datang mayoritas bertanya soal Borobudur. Sejauh ini, baik dari Eropa, Afrika, atau negara lain rata-rata lebih tertarik Borobudur," kata Hadiwijaya, Minggu (14/10/2018).


Minat besarnya ini, sambungnya, karena rasa penasaran pada situs bersejarah peninggalan Wangsa Syailendra di Magelang tersebut. Banyak dari delegasi dan peserta asing tersebut belum banyak pengetahuan soal pariwisata Indonesia di luar Bali.

"Banyak dari mereka heran, ternyata salah satu candi Budha terbesar di dunia ada di Indonesia. Mereka takjub, istilahnya kagum dengan Indonesia. Umumnya mereka bertanya bagaimana caranya ke sana, penginapannya, how far dari Bali dan Jakarta," ucapnya.

Hadiwijaya yang merupakan karyawan BRI yang bertugas jadi Duta BUMN di Indonesia Pavilion ini menjelaskan, selain Borobudur, delegasi dan peserta asing juga punya rasa keingintahuan yang besar pada Labuan Bajo.

"Setelah Borobudur, mereka kebanyakan tertarik dengan Labuan Bajo. Karena di sana ada Pulau Komodo. Mereka sangat interest bisa datang ke sana. Kalau yang destinasi yang lain seperti Mandalika dan lainnya kurang begitu tertarik bertanya," terang Hadiwijaya.

Indonesia Pavilion merupakan kerja sama antara BUMN yang juga melibatkan sejumlah kementerian antara lain Kementerian BUMN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta Kementerian Keuangan.


Lewat Indonesia Pavilion bakal dipamerkan serba-serbi yang menarik tentang Indonesia mulai dari pembangunan, proyek-proyek strategis nasional, wisata hingga kekayaan seni budaya, serta kerajinan tangan khas Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut kalau pembangunan 10 destinasi wisata Bali Baru terus dikebut. Dia berharap, lewat Indonesia Pavilion, bisa menarik investasi dan turis asing saat Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali yang berlangsung selama sepekan ini.

"Semua (promosi) sudah lengkap di sini (Indonesia Pavilion), mulai dari Danau Toba sampai dengan Morotai. Dan ada beberapa signing yang dilakukan di Annual Meeting tahun ini untuk investasi. Pembangunan destinasi, silakan berinvestasi terutama di 10 Bali Baru," tutur Arief.

Borobudur Jadi Favorit Destinasi Bagi Peserta Pertemuan IMF-WBFoto: Rachman Haryanto

Arief juga mengapresiasi promosi wisata selama Annual Meeting IMF-WB di Indonesia Pavilion. Menteri asal Banyuwangi ini menyebut kalau desain dan arsitekturnya sangat unik meski dikerjakan dalam tempo cepat.

"Keren banget di sini, arsitekturnya bagus, khas menurut saya. Saya belum pernah datang ke pameran dengan arsitektur seperti ini. Arsitektur bambu, dan saya dengar juga untuk membangunnya hanya selama 25 hari. Saya apresiasi kepada PT PP dan rekan-rekan BUMN lain yang sudah menyediakan paviliun ini," ujar Arief.


Baca juga informasi Indonesia Pavilion IMF-WBG selengkapnya. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED