Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 22 Okt 2018 13:15 WIB

TRAVEL NEWS

Rebut Piala Presiden, Begini Serunya Karapan Sapi di Madura

Hilda Meilisa Rinanda
detikTravel
Karapan Sapi Madura (dok Istimewa)
Karapan Sapi Madura (dok Istimewa)
Madura - Bukan cuma wisata kuliner sate yang melegenda, Madura juga punya lomba yang laki banget. Beginilah keseruan lomba karapan sapi yang menantang adrenalin.

Pagelaran karapan sapi memang selalu menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu masyarakat Madura. Selain untuk melestarikan kebudayaan, ajang ini juga menjadi salah satu magnet untuk menarik wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.

Meski terik mentari sedang hinggap tepat di atas kepala, namun tak sedikitpun menyurutkan antusiasme penonton. Ribuan penonton pun rela berdesakan guna melihat lebih dekat sapi-sapi yang dilombakan.

Keriuhan ini pun semakin terasa saat memasuki area Stadion R Sunaryo Pamekasan, Madura, tempat dihelatnya lomba Karapan Sapi. Pintu masuk terasa sesak akan penonton yang berdatangan.

(Istimewa)(Istimewa)

Sementara para pedagang kaki lima di kiri dan kanan turut menambah keramaian. Kebanyakan pedagang menjajakan topi dan masker, lantaran cuaca yang panas dan berdebu. Namun ada pula penjual minuman dingin, makanan ringan, hingga barang-barang rumah tangga seperti mesin jahit mini hingga aksesoris.

Dalam pagelaran yang dihelat setiap tahun untuk memperebutkan piala presiden ini, ada 24 sapi yang dilombakan. Semuanya merupakan sapi-sapi pilihan dari sekitar wilayah Madura, seperti Sampang, Pamekasan, Sumenep hingga Bangkalan.

Sapi-sapi tersebut juga memiliki nama-nama unik seperti Indah Pada Waktunya, Bojoku Nakal, Rudal Obama, Setan Balap Junior, Sahrini, Hajar Boss, Udang Balap hingga Kembang Api.

Sebelum berpacu dalam arena, para sapi diberi waktu delapan menit untuk bersiap. Pemilik sapi terlihat menyiapkan segala sesuatunya, mulai mengelus kepala sapi hingga memijatnya agar sapi rileks.

Sang joki sapi juga mulai mengambil posisi. Biasanya posisi joki ditempati anak-anak hingga remaja, yang mana memiliki badan kecil agar tak menambah beban pada sapi.

Sebelum aba-aba untuk berpacu dilontarkan pembawa acara, ada pula tim yang bersiap di belakang sapi. Mereka membawa kaleng yang dilengkapi dengan sejumlah alat, yang mana jika digerakkan akan menimbulkan bebunyian. Para tim ini memiliki tugas untuk menggertak sapi agar mau melaju dengan kencang.

(Istimewa)(Istimewa)

Setelah aba-aba dijalankan, para joki lekas mencambuk sapi. Hal ini juga dilakukan untuk menggertak sapi. Sementara tim yang membawa kaleng, juga mengejar para sapi agar tetap melaju.

Sementara itu, saat melihat sapi-sapi sedang berlarian untuk bertanding, para penonton juga bersorak mendukung sapi jagoannya. Meski berdesak-desakan, namun tak sedikit pun menyurutkan antusiasme penonton dari anak-anak, orang dewasa hingga orang tua.

Pagelaran ini tak hanya ramai ditonton masyarakat lokal Madura hingga Jawa Timur, namun juga wisatawan asing. Bahkan ada yang khusus datang ke Madura untuk menonton pagelaran ini.

Misalnya saja mahasiswa pertukaran pelajar asal Tajikistan, Sadullobek. Bek, sapaan akrabnya, khusus datang ke sini untuk mengikuti program Fam Trip dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

(Istimewa)(Istimewa)

Bek pun mengaku hal ini merupakan pertama kalinya dia melihat kompetisi seperti ini. Baginya, lomba karapan sapi sangat luar biasa menyenangkan, meskipun terik cukup menyengat di bumi Pamekasan.

"Ini kali pertamaku mengunjungi kompetisi seperti ini. Menurutku kompetisi Karapan Sapi sangat luar biasa," ujar Bek.

Bagi Bek, di negara asalnya di Tajikistan, dia juga belum pernah melihat kompetisi karapan sapi. "Saya tidak pernah menjumpai kompetisi semacam ini di negara saya di Tajikistan," lanjutnya.




Tonton juga 'Serunya Mahasiswa Luar Negeri Membatik di Madura':

[Gambas:Video 20detik]

(bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED