Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 01 Nov 2018 17:10 WIB

TRAVEL NEWS

4 Seni Tradisi yang Hampir Punah di Lombok

Harianto Nukman
detikTravel
Pementasan Seni Tradisi Hampir Punah di Mataram (Harianto/detikTravel)
Pementasan Seni Tradisi Hampir Punah di Mataram (Harianto/detikTravel)
Mataram - Tak sedikit budaya dan tarian asli Lombok. Baru-baru ini 4 grup musik dan tari tradisi yang hampir punah tampil memukau di Taman Budaya Provinsi NTB.

Rabu malam, sekitar pukul 20.00 Wita, penonton dari tiga kabupaten yang ada di Lombok memadati Arena Panggung Terbuka Taman Budaya NTB.

Penonton larut dalam suasana tari dan alunan musik tradisi yang ditampilkan pada Pementasan Seni Tradisi Hampir Punah yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.

Acara ini dilangsungkan Rabu kemarin (Harianto/detikTravel)Acara ini dilangsungkan Rabu kemarin (Harianto/detikTravel)
Empat grup penampil itu ialah sanggar-sanggar kesenian tradisional yang hingga sekarang masih eksis tampil dan dihadirkan pada upacara tertentu warga desa yang berhajat. Biasanya pada acara syukuran pernikahan dan khitanan.

Empat grup tetaebut ialah grup musik Tongkek, Kecamatan Selong dan Kebangru'an dari Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

Penampilnya dari 4 sanggar (Harianto/detikTravel)Penampilnya dari 4 sanggar (Harianto/detikTravel)
Sementara dari Kabupaten Lombok Tengah tampil grup musik Kelentang dan dari Kota Mataram tampil grup musik Reban. Dari Kecamatan Lingsar, Lombok Barat tampil grup musik Kayaq Sandongan.

"Alhamdulillah Pementasan Seni Tradisi yang Hampir Punah, pada 31 Oktober 2018 ini telah membuka mata hati kita untuk terus melestarikan dan mencintai seni tradisi sebagai pilar kokoh membangun jati diri bangsa," ungkap Lalu Suryadi Mulawarman, staf Taman Budaya NTB saat memberikan kata sambutannya.

Setiap grup menampilkan satu sampai delapan item pertunjukan. Keempat grup ini mencoba mempertahankan seni dan budaya masyarakat Suku Sasak yang masih tetap hidup di tengah masyarakat yang ada di Lombok. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED