Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Nov 2018 19:50 WIB

TRAVEL NEWS

Soal Status Geopark, Untung Ruginya Apa?

Harianto Nukman
detikTravel
Geopark Rinjani, Lombok, NTB (dok. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani)
Geopark Rinjani, Lombok, NTB (dok. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani)
Mataram - Ada beberapa kawasan di Indonesia yang disematkan sebagai kawasan geopark. Apa sih untuk ruginya geopark itu?

Adanya geopark bukan berarti membuat suatu aktivitas yang istimewa di tengah-tengah masyarakat, tetapi menjadikannya lebih bernilai dalam peningkatkan nilai konservasi, pendidikan dan ekonomi. Demikian dikatakan Kusnadi, analis geologi di Dinas ESDM NTB mengutip Sharina, seorang pakar pengembangan sosial masyarakat dari Universitas Kebangsaan Malaysia saat Kusnadi mengikuti Regional Course on Geopark Langkawi Malaysia pada Oktober lalu.

Kursus singkat itu dibuat oleh Geopark Langkawi untuk seluruh geopark se-Asia Pasific agar lebih meningkatkan pemahaman anggota Global Geopark Network dalam pengelolaan geopark di masing-masing negara.

Kusnadi menjelaskan, dalam suatu geopark, masyarakat pada umumnya menjalankan aktivitas kesehariannya berdasarkan kebiasaan dan tradisi sekitar. Suatu hal yang mungkin tidak istimewa.

Contoh nyatanya di Indonesia seperti masyarakat yang tinggal di sekitar situs geologi gunung api purba Ngelanggeran. Kehidupan masyarakat di sana adalah bertani dan berkebun. Tetapi dengan adanya geopark justru membuat aktivitas biasa tersebut lebih bernilai ekonomi bagi masyarakatnya.

Soal Status Geopark, Untung Ruginya Apa?Gunung Tambora (dok. Balai Taman Nasional Tambora)


"Aktivitas masyarakat dalam bertani dan berkebun ternyata jadi atraksi wisata yang menarik bagi para pengunjung di desa geowisata itu," tutur Kusnadi kepada detikTravel, Selasa (6/11/2018).

Ngelanggeran adalah suatu daerah di Gunungkidul yang masuk dalam kawasan Geopark Gunung Sewu. Daerah itu menjadi contoh pengelolaan geopark yang paling berhasil di Indonesia.

Dulunya Ngelanggeran merupakan daerah tandus dan bukan obyek wisata yang menarik. Tapi dengan adanya geopark daerah itu menjadi tujuan wisata yang sangat ramai dikunjungi saat ini di kawasan Yogyakarta.

Masyarakat di Ngelanggeran juga mendapatkan manfaat dari aktivitas kesehariannya. Mereka juga mendapatkan tambahan income yang cukup tinggi dari kunjungan wisatawan yang ingin melakukan outbound di sana.

Selain menambah nilai manfaat yang cukup tinggi dari hasil olahan pertanian dan perkebunan, hasilnya lainnya pun dibuat menjadi souvenir yang sangat menarik dan bernilai ekonomi.


Kendati demikian, Kusnadi mengakui untuk mencapai tujuan nilai kebermanfaatan itu bukan usaha jangka pendek. Dibutuhkan manajerial yang pionir dalam merubah maindset masyarakat untuk lebih berpikir geopark, yakni konservasi, pendidikan dan peningkatan nilai ekonomi.

Soal Status Geopark, Untung Ruginya Apa?Peserta Regional Course on Geopark Langkawi Malaysia. (dok. Kusnadi)

"Tentunya dalam melakukan semua itu harus ada usaha yang gigih, kreativitas, waktu yang panjang dan dana," ujarnya.

Ada alasan, kata dia, ketika meletakkan kriteria pendanaan pada urutan paling belakang, karena menurut Kusnadi, pendanaan itu bisa didapat ketika pengelola memiliki 3 kriteria geopark tadi; konservasi, pendidikan, dan ekonomi.

"Ini ibarat kita mencari investor untuk sebuah usaha, tentunya kalau usaha itu belum ada bentuk dan tidak kelihatan prospeknya untuk berhasil,e tidak ada yang mau menggelontorkan dananya di usaha itu," imbuhnya.

Lantas di NTB, bagaimana upaya itu dapat berjalan lancar jika tidak ada dana sama sekali? Kata Kusnadi, pemerintah daerah NTB sudah memiliki komitmen yang kuat untuk pengembangan geopark yang ada di wilayah NTB.

"Ini adalah modal yang kuat dan juga sebagai stimulus dalam menjalankan program kemasyarakatan untuk geopark, tinggal kita mau memanfaatkan itu," kata Kusnadi.


Lebih jauh dikatakannya, beberapa geopark di Indonesia dan dunia tidak memiliki kesamaan dalam pengelolaan suatu geopark dan tidak ada aturan baku yang rigid dalam pengelolaannya. Pemerintah hanya menetapkan kawasan cagar alam geologi.

"Di sini ada dampak positif dan negatif, namun saya rasa dampak positifnya jauh lebih banyak, di mana masyarakat diberikan keleluasaan dalam berkreasi mengelola kawasan geopark selama tidak bertentangan dengan konsep sustainable development," kata dia.

Beda halnya dengan taman nasional yang begitu rigid aturannya, sehingga masyarakat kurang diberikan keleluasaan dalam pengelolaan kawasan.

Roh suatu geopark sebagai konsep pengelolaan yang berwawasan lingkungan dengan tujuan utamanya menyadarkan masyarakat akan pentingnya arti geoheritage dan merekalah yang menjadi polisi dalam menjaganya.

"Tentunya polisi juga butuh gaji, dengan pengelolaan yang berkonsep sebesar-besarnya manfaat untuk masyarakat, tentunya masyarakat secara tidak langsung mendapatkan gaji dari sana," urai Kusnadi.

Tim pengelola suatu geopark terdiri dari ahli perencanaan, geologist, biologist, pengembangan masyarakat dan publikasi.

Di Provinsi NTB, sudah semestinya stategi pengelolaan tentang keberadaan Geopark Rinjani dan Geopark Tambora akan jauh lebih efektif. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED