Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 11 Nov 2018 09:25 WIB

TRAVEL NEWS

Alih Fungsi Lahan Geopark Tambora, Diduga Sebabkan Banjir Bandang

Harianto Nukman
detikTravel
Foto: Bukit gundul di perbatasan Bima-Dompu (Syarif/istimewa)
Foto: Bukit gundul di perbatasan Bima-Dompu (Syarif/istimewa)
Mataram - Wah ada masalah nih di kawasan Geopark Tambora di Pulau Sumbawa, NTB. 2 Desa banjir bandang diduga dari alih fungsi lahan.

Banjir bandang menerjang Desa Songgajah dan Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu pada Jumat (9/11) pukul 14.50 Wita. Kusnadi, analis geologi di Dinas ESDM NTB yang menganalisa tentang kondisi geologi Geopark Tambora yang mulai gundul karena perubahan tata guna lahan, angkat bicara.

"Saya memiliki 4 parameter yang ingin saya kupas untuk mendapatkan kesimpulan kenapa di awal musim hujan sudah ada daerah di NTB yang terkena banjir," kata dia, Sabtu (10/11/2018).

Dia sudah melakukan survei cekungan air tanah di Kecamatan Pekat. Kusnadi melihat batuan penyusun daerah itu didominasi oleh breksi dan lava yang cukup padat. Dalam peta geologi regional masuk dalam hasil gunung api tua dengan umur sekitar 2 juta tahunan. Bebatuan itu bersifat relatif kompak dan memiliki tingkat pelapukan yang relatif rendah sehingga tanahnya tipis, rata-rata kurang dari 1 meter.

Sementara dampaknya secara otomatis air akan susah masuk ke dalam tanah apalagi kalau pohonnya telah habis ditebangi, maka airnya tidak masuk ke dalam tanah malah mengalir terus membentuk aliran permukaan yang bisa berdampak banjir.

(dok BPBD Dompu/istimewa)(dok BPBD Dompu/istimewa)
"Jadi daerah bukit harus dijaga hutannya supaya air hujan tidak lolos saja tapi bisa tertahan oleh pohon," katanya.

Paramater kedua adalah hidrogeologi atau air tanah. Kondisi geologi yang didukung oleh kondisi potensi air tanah di daerah ini. Sebagian besar daerah ini didominasi oleh air tanah langka namun cukup berarti.

Parameter ketiga adalah kemiringan lereng dan luas area tangkapan air. Sebagian besar daerah ini didominasi oleh kemiringan lereng yang sedang atau bergelombang dan hanya sedikit yang terjal.

(Syarif/istimewa)(Syarif/istimewa)
Akan tetapi, Kusnadi mengatakan, di daerah ini banyak terbentuk sungai-sungai atau lembah yang cukup dalam. Apabila kondisi bukit gundul, air akan sangat mudah terbawa ke sungai dan berkumpul jadi banjir.

Daerah Tolokalo dan Songgajah bagian hulu merupakan daerah perbukitan dengan lapisan tanah yang tipis yang banyak beralih fungsi lahan jadi lahan jagung. Akibatnya fungsi peresapan di bagian hulu tidak maksimal, sehingga air hujan lebih banyak mengalir sebagai air permukaan dan terakumulasi di bagian bawah sebagai banjir.

Selain itu banjir juga diakibatkan oleh tidak adanya saluaran irigasi yang baik ditambah lagi sungai di wilayah tersebut belum tersentuh oleh Pemkab Dompu untuk dilakukan pengerukan atau pelebaran sungai. (fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED