Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 11 Nov 2018 12:45 WIB

TRAVEL NEWS

Intip Kelucuan Red Panda Suka Goyang Dangdut di Taman Safari Bogor

Tia Reisha
detikTravel
Foto: (detikcom)
Foto: (detikcom)
Jakarta - Istana Panda yang terletak di Taman Safari Indonesia Bogor memang terkenal dengan dua ekor panda bernama Cai Tao dan Hu Chun. Namun selain sepasang panda berwarna hitam dan putih tersebut, ternyata masih ada spesies panda lainnya yakni red panda atau panda merah.

Sesuai namanya, red panda termasuk ke dalam spesies panda dengan warna bulu yang terbilang unik, yakni merah seperti api yang membara. Hal ini yang membuat red panda dijuluki sebagai rubah api karena perawakannya yang mungil lebih mirip seperti rubah.

Seperti Cai Tao dan Hu Chun, red panda yang berasal dari China ini juga suka memakan bambu segar dan diberi pakan tambahan seperti buah pir, apel, wortel, dan rebung. Red panda juga diberi cake yang dibuat dari telur, garam, bubur kalsium karbonat, jagung giling, kacang kedelai giling, beras giling, dan minyak sayur.

Intip Kelucuan Red Panda Suka Goyang Dangdut di Taman Safari BogorFoto: (detikcom)
Ada 6 red panda di wahana rekreasi untuk keluarga ini yang dibagi ke dalam dua grup. Grup pertama terdiri dari satu jantan bernama Pai-Pai dan tiga betina bernama Hao-Hao, Xing-Xing, dan Sen-Sen. Sedangkan grup kedua terdiri dari satu jantan bernama Shuai-Shuai dan satu betina bernama Mey-Mey.

Kedua grup ini dirotasi untuk masuk ke dalam exhibit karena jika sesama jantan digabung, mereka biasanya akan berkelahi demi memperebutkan wilayah teritori atau memperebutkan betina. Sistem rotasi ini juga dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan red panda di Istana Panda.

"Tujuan di rotasi utamanya untuk keselamatan red panda-nya karena 2 grup berbeda tidak bisa digabung. Tujuan ke-2 demi kesehatan red panda supaya pas pemberian pakan oleh pengunjung lebih terkontrol dan tidak ada yang dominan makan," ujar keeper red panda, Cacih Lidianingsih saat dihubungi detikTravel, Sabtu (11/11/2018).



Di Istana Panda hanya ada 1 exhibit red panda demi mencapai enrichment paling efektif sehingga red panda menjadi lebih aktif. Exhibit ini dibuat sangat mirip dengan habitat asli red panda ditambah dengan rumah mini dari kayu di sela-sela dahan pohon. Suhu udaranya pun tidak terlalu tinggi sehingga sangat cocok untuk red panda yang tidak bisa hidup di suhu lebih dari 25 derajat celcius.

Meski ukurannya mungil, red panda tetap menunjukkan tingkah yang menggemaskan seperti Cai Tao dan Hu Chun. Kebiasaan lucu yang suka dilakukan red panda adalah marking atau menandai wilayahnya dengan cara menggesekkan pantatnya seperti sedang goyang dangdut. Menggemaskan sekali ya!

Selain melihat tingkahnya yang menggemaskan, pengunjung juga bisa memberi makan red panda di dalam exhibitnya lho. Untuk memberi makan red panda, pengunjung cukup membeli tiket seharga Rp 50 ribu per orang. Yuk, berlibur ke Istana Panda! (mul/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED