Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Nov 2018 20:45 WIB

TRAVEL NEWS

Turis Bule & Lokal Bakal Ditarik Kontribusi Pelestarian Budaya Bali

Aditya Mardiastuti
detikTravel
Foto: Ilustrasi budaya Bali (Rachman Haryanto/detikTravel)
Foto: Ilustrasi budaya Bali (Rachman Haryanto/detikTravel)
Denpasar - Selain wisata alam, budaya menjadi magnet bagi para turis. Gubernur Bali pun berencana menarik kontribusi dari para turis untuk pelestarian budaya Bali.

Wacana itu disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster dalam rapat gabungan dengan DPRD Bali bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Koster beralasan biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk menjalankan adat sangat besar, sementara pihak pemda tak bisa hanya mengandalkan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membantu desa adat.

"Kontribusi itu kaitannya dengan fungsi yang akan diberikan berkenaan dengan pelayanan. Wisatawan datang ke bali itu kan perlu kualitas pelayanan yang baik, situasi yang aman, nyaman, damai, perlu transportasi yang bagus, perlu jaminan kesehatan, perlu perlindungan, ini semua akan kita berikan kepada wisatawan yang datang ke Bali sehingga dia bisa menikmati obyek wisata dengan baik, tenang, aman, dan nyaman," kata Koster usai rapat di DPRD Bali, Jl Dr Kusuma Atmaja, Denpasar, Bali, Senin (19/11/2018).

"Semua aspek aktivitasnya jadi posisi yang akan kita buat meningkat dari posisi yang sekarang, peningkatan pelayanannya. Di situ kita akan berlakukan kontribusi untuk kemajuan budaya atau pelestarian budaya dan lingkungan dan itu ada di berbagai negara," sambungnya.

Foto: Gubernur Bali, I Wayan Koster (Aditya/detikTravel)


Koster mengatakan kontribusi ini nantinya akan dipayungi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Nantinya penarikan kontribusi ini akan diatur oleh lembaga negara yang akuntabel.

"Bisa dikelola suatu badan yang akuntabel dan transparan serta peruntukannya untuk penyelenggaraan pariwisata secara menyeluruh. Negara punya, bukan swasta," tegasnya.

Adapun besaran uang kontribusi rencananya sebesar USD 10 untuk wisatawan asing dan Rp 10 ribu untuk turis lokal. Dengan target kunjungan wisatawan sekitar 7 juta wisatawan asing, maka jumlah uang yang didapat dari dana kontribusi itu dirasa cukup untuk meningkatkan pelayanan.

"Hampir Rp 1 triliun dapatnya, estimasi wisatawan 7 juta aja, satu orang Rp 10 ribu, kalau 1 orang USD 10 kurs Rp 14 ribu, kemarin kita hitung di angka itu. Kan tidak dihitung efektif semua, memang (ditarget) 2019 7 juta (wisatawan), kan riilnya tidak segitu. Menurut saya memungkinkan, dapat asuransi, jaminan pelayanan, di semua titik selama di Bali," terangnya.

Sistem penarikan kontribusi itu rencananya akan digunakan untuk peningkatan pelayanan. Dia kemudian menyontohkan pelayanan imigrasi, keamanan, hingga infrastruktur jalan akan diperbagus lagi.

"Dari turun di Bandara Ngurah Rai pelayanan imigrasi dan kepabeanan lebih cepet tidak lagi ngantre seperti sekarang. kemudian dia travelnya harus bagus, jalannya harus bagus, Kemudian aman di setiap titik akan disiapkan tenaga keamanan bekerja sama dengan kepolisian. Di destinasi wisata bagi wisatawan yang menyelam atau mendaki ini kan rawan kecelakaan itu dilindungi dia," ujarnya.

Dengan wacana ini diharapkan akan mengurangi jumlah pungutan atau retribusi pariwisata yang dikelola desa adat. Selain itu, dengan manajemen yang terpadu ini diharapkan pembangunan akan lebih merata.

"Itu tergantung jenisnya, tapi akan memperkecil ruang lokalnya. Jadi one gate policy, bisa lebih merata ke desa adat. Sudah ada di beberapa negara, ini salah satu menteri yang mengusulkan," ucap Koster. (ams/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED