Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 25 Nov 2018 12:56 WIB

TRAVEL NEWS

Wah! Tenun Khas Karangasem Bali Harganya Jutaan Rupiah

Foto: Tenun karangasem (Aditya/detikTravel)
Karangasem - Karangasem Cultural Village Festival menyuguhkan sejumlah atraksi dan produk budaya Nusantara maupun mancanegara. Salah satunya, tenun etnik khas Karangasem.

Beberapa antara lain produk tenun etnik yang ditampilkan berasal dari khas Desa Tenganan maupun Endek khas Desa Sidemen yang harganya mencapai jutaan rupiah.

Siapa sangka di balik harga yang mahal itu ada proses rumit dan butuh waktu lama. Untuk satu kali proses pewarnaan benang tenun gringsing khas Tenganan itu bisa memakan waktu hingga 3-4 bulan.

Tak hanya menjual kain yang sudah jadi, warga desa tersebut juga mendemonstrasikan proses membuat motif dan menenun benang. Cara membuat motif atau medbed rupanya dilakukan dengan cara mengikatkan tali rafia pada benang, mengikuti garis-garis yang ada persis seperti menganyam.

Tenun endekTenun endek (Aditya/detikTravel)

Benang itu pun sebelumnya sudah direndam dalam minyak kemiri selama 5 minggu. Salah satu warga Tenganan, Made Wiryani (44) mengatakan setelah medbed selesai, langkah selanjutnya adalah proses pewarnaan.

"Kalau pewarnaan baru ada itungan, pewarna pertama biru dulu, 3 bulannya lagi merah dari akar kulit mengkudu selama 3 hari dicuci, dikeringkan, dan didiamkan 3-4 bulan. Baru pewarnaan kedua setelah 3-4 bulan, kalau yang lebih lebar kita tunggu 4 bulan, selama 4 kali. Warnanya kadang nggak sama kualitasnya meski dari larutan yang sama," terang wanita yang akrab disapa Kadek itu, di Desa Jungutan, Kecamatan Bebendem, Karangasem, Bali, Sabtu (24/11/2018) kemarin.

Setelah proses pewarnaan benang, masih ada proses nyahak atau memberi warna putih dan hitam di bagian pinggir kain. Setelah itu barulah benang itu bisa ditenun. Yang unik dari kain tenun ini yaitu satu-satunya tenun di Indonesia yang menggunakan teknik tenun dobel ikat.

Kadek menambahkan jika dihitung dari proses awal mengolah benang, pewarnaan hingga menenun butuh waktu hingga 2 tahun agar jadi sehelai kain. Jangan heran, untuk kain tenun gringsing ukuran 25 sentimeter x 1,5 meter dihargai Rp 1 juta. Ukuran kain yang lebih lebar lagi pastinya makin mahal.

Salah satu pengrajinSalah satu pengrajin Foto: Aditya/detikTravel


Asal tahu saja, kain tenun gringsing ini sudah punya paten berupa indikasi geografis dari Ditjen Kekayaan Intelektual. Selain itu kain tenun gringsing ini juga sudah banyak dipakai dan menginspirasi banyak desainer kelas dunia seperti Maha Major Minor dalam koleksi Fall Winter 2016 yang menampilkan corak gringsing dan tenun Rangrang Bali.

Tak hanya tenun gringsing, tenun endek khas Sidemen juga tak kalah populer. Kain endek buatan Sidemen dikenal memiliki corak yang cerah dan motif yang apik. Harga untuk satu kain endek mulai dari Rp 1,7 juta.


Simak video 'Sudang Lepet, Ikan Asin Renyah Khas Buleleng Bali':

[Gambas:Video 20detik]

Wah! Tenun Khas Karangasem Bali Harganya Jutaan Rupiah
(sna/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA