Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Jan 2019 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Kisruh Visa Umrah Berlanjut, Asosiasi Travel Mengadu ke Arab Saudi

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Permusyawaratan Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) (Masaul/detikTravel)
Permusyawaratan Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) (Masaul/detikTravel)
Jakarta - Kisruh antara gabungan agen travel umrah dengan penyedia visa VFS Tasheel berlarut-larut. Hingga kini belum ada titik temu bagi kedua belah pihak.

Permusyawaratan Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) yang terdiri asosiasi agen travel HIMPUH, AMPHURI, ASPHURINDO dan KESTURI tetap menolak keberadaan VFS Tasheel. Pihak ketiga pembuat visa atas penunjukan Kedutaan Besar Arab Saudi itu dinilai membikin susah jemaah umrah.

"Sejak 17 Desember diterapkan biometrik sebagai syarat mendapatkan visa untuk jemaah umrah juga haji nantinya yang akan ke Makkah, ini sangat sulit di Indonesia karena faktor geografis," kata anggota dewan PATUHI, Joko Asmoro dalam konferensi pers Patuhi di Penang Bistro, Jakarta, Kamis (3/1/2019).

uasana konferensi pers Suasana konferensi pers para pelaku travel umrah (Masaul/detikTravel)
Joko mengatakan proses dialog di Indonesia tidak menemui jawaban. Oleh karena itu mereka pun ke Arab Saudi untuk bicara langsung dengan pemerintah di sana. Namun lagi-lagi masih belum ada titik terang.

"Kita kemarin berangkat ke Arab Saudi karena di Indonesia tak bertemu jawaban. Wakil Kementerian Haji Arab Saudi mengatakan akan melayani yang sebaik-baiknya bagi jemaah umrah. Tapi sampai 3 minggu ini belum ada kabar lagi," ucap Joko.

Lebih lanjut, adanya perekaman biometrik oleh VFS Tasheel ini telah mengganggu jadwal keberangkatan jemaah umrah oleh sejumlah agen travel tadi. Akibatnya, banyak dari jemaah umrah yang telat berangkat dan tentu merugikan mereka.

"Dengan keberadaannya di kota-kota utama itu saja masih sulit. Contoh di Papua nggak ada dan dia perlu ke Makassar. Ternate pun nggak ada, juga Padang. Konsekuensinya biaya yang terlalu tinggi dan waktu pelayanan yang terbilang lama," imbuh dia. (rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA