Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 08 Jan 2019 18:20 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Pendaki Gunung yang Kena Hipotermia

Bona
detikTravel
Foto: (Ragil/Istimewa)
Jakarta - Pendaki gunung harap waspada dengan hipotermia. Ini salah satu cerita pendaki yang terkena hipotermia, semoga bisa jadi pelajaran.

Dari banyaknya pendaki, Ragil Tresna salah satunya yang punya cerita soal hipotermia. Saat itu Ragil naik ke Gunung Merbabu, pertengahan tahun 2013. Ia besama 7 orang kawan berencana untuk muncak.

"Naik jam 8 malam, sampe di puncak jam 1 siang," ujar Ragil kepada detikTravel, Selasa (8/1/2019).

Saat itu hari cerah, namun entah mengapa ada badai begitu sampai di puncak. Semua logistik basah tanpa terkecuali.

Rombongannya tak berencana untuk tinggal lebih lama. Tahu sudah kelelahan dan basah, mereka berencana untuk turun.

Salah satu kawannya bernama Fajar terlihat berbeda. Wajah yang pucat pasi dan mulai menggigil menjadi tanda bahwa Fajar harus segera dibawa turun.

"Rombongan dibagi jadi dua, Saya, Fajar dan Rohimat, turun duluan. Yang lain menyusul,"cerita Ragil.

BACA JUGA: Hai Para Pendaki, Ini yang Harus Kamu Tahu Tentang Hipotermia

Saat mulai turun, Fajar terlihat semakin mengkhawatirkan. Menggigil dan mulai meracau, mereka berniat untuk beristirahat di pos 2.

Ragil sadar bahwa temannya terkena gejala hipotermia. Fajar mulai berhalusinasi tentang pohon yang ada di depan mereka.

"Itu ada nenek-nenek," kata Ragil menirukan Fajar yang berhalusinasi.

Untuk mengantisipasi keadaaan Fajar yang makin parah, Ragil memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Fajar dipapah oleh Rohimat.

"Enggak makan dan minum, badan udah basah semua," ujar Ragil.

Karena terus hujan, Ragil dan kawan-kawan sempat nyasar. Fajar pun berjalan duluan agar tidak tertinggal jauh.

Tapi halusinasi Fajar makin menjadi-jadi. Fajar berjalan ke arah jurang dan bersikeras menganggap bahwa itu jalan yang benar.

"Udah mau masuk jurang terus di tarik sama Rohimat," kata Ragil.

Rombongan pun tiba di basecamp dengan selamat pukul 21.00 WIB. Fajar dibawa masuk dan dibungkus dengan selimut kering.

Ini menjadi pelajaran bagi pendaki lain agar tetap berjaga-jaga saat badai atau hujan. Usahakan untuk menjaga tubuh tetap kering dan hangat. Serta persediaan minum yang cukup. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA