Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan event ini sengaja digelar untuk memberikan hiburan kepada para wisatawan maupun warga Banyuwangi sendiri. "Pergelaran seni akan digelar setiap malam di tempat ini. Silakan melihat kekhasan seni dan tradisi Banyuwangi di panggung ini setiap hari," ujar Anas kepada detikTravek, Selasa (15/1/2019).
Selain menjadi atraksi wisata, event ini dimaksudkan untuk mengapresiasi bakat dan hobi kesenian anak muda Banyuwangi. Tak hanya itu, lanjut Anas, acara ini sekaligus menjadi ajang pelestarian dan konsolidasi kebudayaan Banyuwangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: (Ardian Fanani/detikTravel) |
Anas menambahkan, seluruh penampil pada Banyuwangi Culture Everyday tersebut akan dinilai. Para jawara akan diumumkan setiap tiga bulan sekali.
"Mudah-mudahan yang tampil malam ini jadi juara," kata dia menyemangati para para penampil.
Para penampil di Banyuwangi Culture Everyday adalah pelajar SD - SMP se-Banyuwangi.
"Jadwalnya telah diatur sepanjang tahun. Senin hingga Rabu pelajar SD dan SMP. Kamis, dari pelajar MI dan MTs. Jumat dan Sabtu dari SMA. Minggu dari umum," terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yanuar Bramuda.
Foto: (Ardian Fanani/detikTravel) |
Selain panggung seni, setiap hari di area Taman Blambangan juga dihelat sport everyday tiap aore hingga malam hari. Event ini menjadi ajang kompetisi olahraga para pelajar se-Banyuwangi. Mereka akan bertanding basket 3 on 3 juga bola voli.
"Juga akan diisi coaching clinic sejumlah cabang olahraga. Mulai dari wushu, taekwondo, bulu tangkis dan lain sebagainya. Semuanya pun telah terjadwal di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi," pungkas Bramuda. (sym/fay)












































Foto: (Ardian Fanani/detikTravel)
Foto: (Ardian Fanani/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Struk Belanja Taiwan Bisa Bikin Turis Jadi Orang Kaya Mendadak!