Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Jan 2019 11:30 WIB

TRAVEL NEWS

Menyingkap Surga Tersembunyi di Kaki Bukit Manoreh

Mustiana Lestari
detikTravel
Foto: (Mustiana Lestari/detikcom)
Foto: (Mustiana Lestari/detikcom)
Jakarta - Setiap keindahan hampir selalu membutuhkan pengorbanan. Seperti itulah perjalanan yang harus dilalui guna menyingkap surga tersembunyi di kaki Bukit Manoreh.

Kali ini detikTravel berupaya menembus bukit hutan untuk mencari surga di atas awan, Gundopurowangi. Sebelumnya santer terdengar, tempat yang berada di Desa Kenalan, Magelang, ini belum banyak terdeteksi para traveler.

Kendati demikian, dari pengakuan warga dan pengelola Balai Ekonomi Desa (Balkondes), Menteri BUMN Rini Soemarno beserta para Dirut BUMN pernah menaklukkan bukit terjal ini dan menemukan Gundopurowangi yang disebut-sebut merupakan tempat terbaik menanti mentari pagi.


Benar saja, tak mudah untuk sampai ke Gundopurowangi. Perjalanan semakin sulit ketika bukit ini basah karena hujan sehingga membuat tanahnya becek dan licin.

Apalagi mobil maupun motor tak bisa masuk. Para traveler harus trekking sekitar 45 menit dengan jalan yang hanya bisa dilalui satu orang. Traveler juga harus hati-hati karena di sisi kanan-kirinya adalah jurang.

Trek semakin sulit karena jalan penuh dengan batu dan tanah merah yang terjal. Hal ini membuat para penakluknya harus merambat, dan jika tidak berhati-hati bisa tergelincir.

Jalan terjal menuju Bukit Manoreh.Jalan terjal menuju Bukit Manoreh. (Mustiana Lestari/detikcom)

Namun trek menantang seperti ini malah menambahkan rasa penasaran untuk melihat pesona Gundopurowangi, meski kaki sudah penuh tanah lumpur. Hal itu juga yang dirasakan model sekaligus presenter, Patrishiela.

Berkat semangatnya, presenter Para Petualang Cantik ini berhasil menaklukkan trek berbukit dan menyingkap pesona Gondopurowangi.

"Seneng banget view-nya bagus banget. Cuma tadi nanjaknya agak capek ya PR. Tapi lihat view-nya semua capek terbayar cuma mataharinya ketutupan karena musim hujan. Cuma tetep aja view-nya bagus," ujar wanita yang dipanggil Pat ini.

Seperti yang dibilang Patrishiela, traveler yang sanggup menaklukkan trek berat tersebut akan disajikan hamparan hijau dari bukit Manoreh. Tak hanya itu, gagahnya Gunung Merbabu dan Merapi berselimut kabut juga bisa terlihat dari sana.

Pemandangan dari Bukit ManorehPemandangan dari Bukit Manoreh (Mustiana Lestari/detikcom)

Di atas bukit disediakan spot selfie serta pendopo untuk beristirahat dan menikmati segala keindahan Menoreh. Sayangnya, saat itu detikTravel tidak berhasil mendapatkan sunrise karena terlambat mendaki. Kendati demikian sisa-sisa paparan sang surya masih menyisakan sedikit cahaya nan cantik.


Selesai mendaki para traveler bisa mampir juga di spot wisata lainnya yaitu air terjun Pitulasan yang tak jauh dari bukit Manoreh. Derasnya air terjun tentu membuat badan kembali segar.

Jika lelah mengeksplorasi, traveler bisa beristirahat di Balkondes Desa Kenalan yang menyediakan 10 kamar kelas bintang 4. Balkondes yang dikelola Bank Mandiri ini juga membuat traveler semakin dekat dengan kehidupan desa. Selain menyajikan kuliner khas Yogya dan Jawa kalian juga bisa menyaksikan tarian dan gamelan yang mempesona.

Sekedar informasi segala keuntungan dari Balkondes tersebut akan kembali digunakan untuk pengelolaan desa.

Jadi masih saja di rumah? Ayo eksplorasi Desa Kenalan untuk eksplorasi wisata luar biasa! (prf/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED