Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Jan 2019 13:15 WIB

TRAVEL NEWS

Bukan Cuma Candi, Borobudur Punya Wisata Ekstrem hingga Budaya

Mustiana Lestari
detikTravel
Foto: Mustiana Lestari/detikcom
Foto: Mustiana Lestari/detikcom
Jakarta - Apa yang terlintas saat menyebut wisata Borobudur? Pasti yang terpikir hanyalah kemegahan seven wonders Candi Borobudur. Namun tahukah kamu, ternyata di sekitar Kecamatan Borobudur, Magelang, tersimpan banyak potensi alam yang belum digali maksimal.

Ini lah yang ditawarkan oleh Balai Ekonomi Desa (Balkondes), Desa Kenalan yang terletak di kaki bukit bukit Manoreh. DetikTravel berkemsempatan merasakan paket wisata yang ditawarkan Balkondes Desa Kenalan selama 3 hari 2 malam. Apa saja? Berikut ulasannya

Air Terjun Pitulasan

Di hari pertama, pihak Balkondes Desa Kenalan yang dikelola Bank Mandiri ini menjemput dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Magelang dnegan waktu tempuh sekitar 1 jam. Sesampai di sana langsung diantar ke destinasi pertama, Air Terjun Pitulasan.

Bukan Cuma Candi, Borobudur Punya Wisata Ekstrem hingga Les Gamelan Foto: Mustiana Lestari


Konon, air terjun ini belum banyak terjamah para traveler sehingga infrastruktur jalan di sana masih penuh bebatuan dan tanah yang tak rata. Apalagi saat detikTravel ke sana hujan turun, jalan semakin licin dan hanya bisa dilalui satu orang saja.

Setelah trekking selama sekitar 15 menit, para traveler bisa menikmati air terjun Pitulasan. Sayang, saat itu hujan sehingga air berwarna cokelat dan sedikit meluap.

Bermain Gamelan

Nuansa Jawa sudah demikian terasa sejak masuk di Balkondes Desa Kenalan. Betapa tidak, mulai dari pendopo sampai tempat penginapan semua diberi sentuhan Jawa. Bagi para traveler yang menginap di sini juga bisa me-request pelatihan budaya, seperti tari Yapong hingga bermain instrumen gamelan. Kesemuanya dilatih orang warga asli Desa Kenalan yang sudah berpengalaman.

DetikTravel yang ikut belajar bermain salah satu instrumennya Slenthem dan dalam waktu satu jam berhasil menguasai 2 lagu pendek. Pelatihan ini sengaja diberikan untuk menghibur sekaligus mengenalkan budaya Jawa untuk pengunjung dan wisatawan.

Bukit Gundopurowangi

Di hari kedua, detikTravel berupaya menembus bukit hutan untuk mencari surga di atas awan, Gundopurowangi. Sebelumnya santer terdengar, tempat yang berada di Desa Kenalan, Magelang, ini belum banyak terdeteksi para traveler.

Kendati demikian, dari pengakuan warga dan pengelola Balkondes, Menteri BUMN Rini Soemarno beserta para Dirut BUMN pernah menaklukkan bukit terjal ini dan menemukan Gundopurowangi yang disebut-sebut merupakan tempat terbaik menanti mentari pagi.

Treknya sulit karena jalan penuh dengan batu dan tanah merah yang terjal. Hal ini membuat para penakluknya harus merambat, dan jika tidak berhati-hati bisa tergelincir. Presenter Para Petualang Cantik yang ikut trip ini berhasil menaklukkan trek berbukit dan menyingkap pesona Gondopurowangi.

"Seneng banget view-nya bagus banget. Cuma tadi nanjaknya agak capek ya PR. Tapi lihat view-nya semua capek terbayar cuma mataharinya ketutupan karena musim hujan. Cuma tetep aja view-nya bagus," ujar wanita yang dipanggil Pat ini.

Seperti yang dibilang Patrishiela, traveler yang sanggup menaklukkan trek berat tersebut akan disajikan hamparan hijau dari bukit Manoreh. Tak hanya itu, gagahnya Gunung Merbabu dan Merapi berselimut kabut juga bisa terlihat dari sana.

Phuntuk Setumbu dan Phuntuk Mongkrong

Para traveler yang suka dengan alam juga makin dimanjakan dengan diantaranya mereka ke dua tempat cantik Phuntuk Setumbu dan Phuntuk Mongkrong. Dua tempat ini adalah tempat istimewa untuk menikmati panorama alam serta sunrise dan sunset dari ketinggian.

Bukan Cuma Candi, Borobudur Punya Wisata Ekstrem hingga Les Gamelan Foto: Mustiana Lestari


hanya dengan membayar tiket kurang dari Rp 20 ribu, traveler sudah bisa berfoto cantik dengan spot-spot selfie yang disediakan pangelola.

Pelatihan Budidaya Lebah, Anyaman Pandan, Gerabah hingga Slondok

Bagi yang mau wisata sambil meninkatkan skill bisa datang ke berbagai pusat pelatihan yang tersebar di Kecamatan Borobudur. Traveler bisa berlajar budidaya lebah hutan yang menghasilkan madu-madu berkualitas.

Jika suka kerajinan tangan, bisa mampir ke kelompok perajin Padan Manoreh yang menghasilkan anyaman pandan cantik. Selain itu, di Desa Karanganyar ada pula yang bisa memberikan pelatihan gerabah langsung.

"Kalau mau belajar ada 3 kriteria, 20 ribu untuk 3 kali belajar alat puter, cetakan dan mewarnai. Itu untuk tamu domestik 1 kali belajar 20 ribu per orang. Kalau orang asing 30 ribu per orang selama 2 jam," jelas Supoyo dari kelompok perajin Arum Art.

Sementara bagi para traveler yang suka memasak bisa ikut membuat slondok, makanan ringan khas Magelang yang sangat terkenal. Di sini hampir semua warga Desa Kenalan berpenghasilan sebagai pembuat slondok. Ragamnya juga banyak ada yanhg dari singkong, bahkan ada juga yang dicampur dengan ketela.

Bukan Cuma Candi, Borobudur Punya Wisata Ekstrem hingga Les Gamelan Foto: Mustiana Lestari


Pendamping Balkondes Desa Kenalan, Diah Marthabudiningsih mengatakan paket wisata tersebut bisa disesuaikan dengan kelompok wisatawannya.

"Kalau yang seperti ini sekitar Rp 1,4 juta sudah termasuk penginapan dan penjemputan dari Yogya. Bisa disesuaikan kalau mau paket keluarga dan anak muda. Kita juga bisa antar rafting, menanam padi dan lainnya," jelas wanita yang disapa Ita ini.

Balai Ekonomi Desa atau Balkondes menjadi dobrakan BUMN untuk memacu denyut perekonomian masyarakat di daerah sekitar Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Hal ini dilatarbelakangi masih rendahnya tingkat ekonomi masyarakat di wilayah tersebut, meski terdapat Borobudur yang menjadi sentral pariwisata dunia.

Sejak sekitar 2 tahun lalu, ada 20 desa yang sengaja dipilih untuk dihidupkan dan dibina BUMN. Beberapa Balkondes pun tercatat be gitu gencar memberikan pelatihan dan pembinaan untuk berbagai usaha untuk warga desa.

Balkondes Desa Kenalan juga menyediakan penginapan yang biasanya digunakan untuk penginapan privat dengan jumlah kamar 10 saja. Harganya pun ramah di kantong yaitu hanya Rp 400 ribu saja namun dengan fasilitas lengkap, seperti air hangat, TV kabel, WIFI dan lain-lain. Murah bukan? (mul/mpr)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED