Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 02 Feb 2019 20:55 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Suku di Amazon yang Terancam Punah

Afif Farhan
detikTravel
Suku Guarani di Amazon (iStock)
Suku Guarani di Amazon (iStock)
Brasilia - Amazon terkenal dengan suku-sukunya yang tidak terjamah. Tapi yang ini kebalikannya, salah satu sukunya justru terancam punah.

Amazon merupakan suatu hutan belantara dengan luas 7 juta km persegi. Lokasinya di Benua Amerika Latin dan masuk di 9 negara, dari Brasil (60 persen hutan Amazon ada di negara ini) lalu Kolombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Perancis.

BACA JUGA: Karena Amazon Adalah Misteri

Sekitar 400 suku hidup menempati Amazon. 300 Sukunya sudah terdata, 100 sukunya masih belum terjamah. Namun salah satu suku di sana, justru punya cerita yang menyedihkan. Suku Guarani namanya.

Dilansir detikTravel dari Survival International, suatu organisasi yang peduli akan kehidupan suku-suku di dunia pada Sabtu (2/2/2019) suku Guarani merupakan salah satu suku terbanyak populasinya di Amazon. Mereka menempati negara Paraguay, Bolivia dan selatan Brasil.

Suku Guarani (iStock)Suku Guarani (iStock)


Suku Guarani terbuka dengan dunia luar. Buktinya, 500 tahun lalu mereka menyambut dengan baik para penjelajah Eropa. Meski begitu, hingga kini mereka masih mempertahankan adat dan budayanya.

Mereka masih percaya akan roh leluhur, memberlakukan hukum adat dan lain semacamnya. Bahkan mereka punya julukan 'land without evil' artinya tidak ada kejahatan di dalam kehidupan sukunya.

Sama seperti suku-suku lainnya di Amazon, Suku Guarani hidup dengan cara berkebun dan berburu. Mereka memilih pesisir sungai sebagai tempat tinggalnya, yang memudahkan untuk mobilisasi.

Rumah-rumah suku Guarani (iStock)Rumah-rumah suku Guarani (iStock)


Terancam Punah

Sayang, 1 dekade terakhir adalah masa kelam suku Guarani. Khususnya, mereka yang hidup di bagian selatan Brasil harus berjuang hidup. Mereka harus melawan oknum-oknum yang ingin menguasai tempat tinggalnya!

Oknum-oknum tersebut ingin menguasi tempat tinggal suku Guarani untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit, perkebunan tebu, pabrik dan lain-lain. Diming-imingi tempat tinggal lain, meski ujung-ujungnya mendapat kehidupan yang tidak layak.

Suku Guarani menolak keras. Bagi mereka, tanah tempat tinggalnya yang sudah ditempati para leluhur adalah tempat tinggal untuk selamanya.

Suku Guarani yang angkat kaki dari wilayahnya dan malah hidup terlantar (Reuters)Suku Guarani yang angkat kaki dari wilayahnya dan malah hidup terlantar (Reuters)


Celakanya, oknum-oknum itu mengambil cara anarkis dengan usir paksa dan memakai senjata. Tidak tanggung-tanggung, sering kali orang-orang dari suku Guarani diculik dan dibunuh.

Tonico Benites, perwakilan dari suku Guarani menyebut, sejak tahun 2009 tercatat 1.000 pemuda dari suku Guarani meninggal. Kejam!

"Ini adalah suatu pembunuhan massal," kata Tonico.

Tonico Benites, salah satu perwakilan Suku Guarani (Survival International)Tonico Benites, salah satu perwakilan Suku Guarani (Survival International)


Survival International menyebut, 47 ribu masyarakat suku Guarani menetap di kawasan selatan Brazil. Sampai saat ini pemerintah Brazil belum mengambil langkah konrit untuk memecahkan masalah dan menjamin kehidupan suku Guarani.

Sedihnya lagi, orang-orang suku Guarani pun memilih jalan bunuh diri dibanding harus pergi dari tempat tinggalnya. Kembali ke Tonico, dia berharap pemerintah Brazil benar-benar memperhatikan suku Guarani yang merupakan masyarakat asli Amazon.

"Dulu kami menempati wilayah seluas 4 juta hektar, tapi kini tinggal 200 ribu hektar saja. Kami harus terus berjuang untuk hidup dan kami tidak akan pergi ke tempat lain untuk mengemis. Kami punya segalanya di tanah kami dan jika masalah ini terus terjadi, mungkin suku Guarani akan punah 10 tahun mendatang nanti," tutupnya.

Suku Guarani yang kehidupannya terancam (iStock)Suku Guarani yang kehidupannya terancam (iStock)


(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA