Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Feb 2019 15:25 WIB

TRAVEL NEWS

Wisatawan Dilarang ke Baduy Dalam Selama 3 Bulan, Kenapa?

Bahtiar Rivai
detikTravel
Foto: Bahtiar Rivai
Foto: Bahtiar Rivai
Serang - Untuk wisatawan yang mau traveling ke desa adat Baduy di Banten, ada pengumuman penting. Selama 3 bulan ini wisatawan dilarang ke Baduy Dalam karena Bulan Kawalu.

Penanggalan adat Baduy saat ini masuk ke bulan Kawalu. Di bulan ini, warga khususnya Baduy Dalam sedang melakukan tradisi tapa dan puasa serta ada larangan bagi wisatawan datang selama kurang lebih 3 bulan.

Jaro Saija atau kepala desa khusus masyarakat adat Baduy mengatakan, penanggalan Kawalu dimulai pada Selasa (5/2) kemarin dan berlangsung sampai 3 bulan ke depan sekitar bulan Mei. Akan ada 3 upacara adat yang dilakukan di kawasan Baduy Dalam. Upacara ini, katanya seperti musim Lebaran yang dilakukan umat Islam.

"Jadi ada upacara, biasanya seperti Idul Fitri, sebelum upacara, berpuasa, keramas, ritual di Baduy Dalam. Nanti orang Baduy Luar ikut ke dalam," kata Jaro Saija saat dihubungi detikTravel di Serang , Banten, Kamis (7/2/2019).

Larangan kedatangan wisatawan menurutnya hanya berlaku bagi pengunjung ke Baduy Dalam di 3 kampung. Yaitu Cibeo, Cikeusik dan Cikertawana yang merupakan kampung tradisional dan belum tersentuh oleh modernisasi seperti listrik dan handphone. Di kampung tersebut, dikenal sebagai kampung yang masih memegang adat secara ketat.

Larangan ini digunakan agar warga Baduy yang melaksanakan pertapaan tidak terganggu oleh kedatangan wisatawan. Apalagi, mereka juga sedang menjalankan puasa.

"Itu aturannya begini, kalau selagi Kawalu namanya tapa. Takut keganggu, kalau tapa, puasa segala-galanya," pungkasnya.



Wisatawan Dilarang ke Baduy Dalam Selama 3 Bulan, Kenapa?
(sym/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA