Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 13 Feb 2019 16:15 WIB

TRAVEL NEWS

Asyik! Objek Wisata di Gunungkidul akan Dipasangi WiFi

Usman Hadi
detikTravel
Foto: Ilustrasi pantai di Gunungkidul (Pradito Rida Pertana/detikTravel)
Foto: Ilustrasi pantai di Gunungkidul (Pradito Rida Pertana/detikTravel)
Gunungkidul - Semakin banyak fasilitas untuk wisatawan di Gunungkidul. Tahun ini, sejumlah objek wisata di sana akan dilengkapi fasilitas WiFi.

Beberapa objek wisata di Kabupaten Gunungkidul akan dilengkapi jaringan WiFi. Untuk tahap awal, rencananya baru tiga objek wisata yang akan dipasangi WiFi sampai akhir tahun 2019.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Hary Sukmono, membenarkan rencana tersebut. Dia menjelaskan, program pemasangan WiFi digagas untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.

"Iya (akan ada pemasangan WiFi). Karena ini bagian dari menambah pelayanan, meningkatkan pelayanan kita kepada wisatawan. Khususnya di destinasi-destinasi pariwisata," ujar Hary saat dihubungi detikTravel, Rabu (13/2/2019).

Namun Hary enggan berkomentar lebih jauh terkait rencana tersebut. Sebab program itu digagas Diskominfo Gunungkidul, bukan Dispar. Pihaknya juga belum mengetahui objek wisata mana saja yang akan dipasangi WiFi.

Sementara itu, Kabid Layanan Informatika Diskominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan akan ada tiga objek wisata yang dipasangi WiFi tahun ini. Untuk merealisasikannya, Diskominfo akan berkoordinasi dengan Dispar.

"Kita merencanakan untuk memasang WiFi gratis di sejumlah objek wisata. Kemungkinan untuk tahap awal tiga lokasi terlebih dahulu," ungkap Kelik.

Selain itu, pihaknya juga akan memasang jaringan WiFi gratis di seluruh desa di Gunungkidul. Dia menargetkan seluruh desa di Gunungkidul tersambung jaringan WiFi sampai akhir tahun.

"Saat ini sudah ada 40 desa yang terpasang internet gratis dengan fasilitas WiFi gratis. Kami targetkan tahun ini 144 desa di Kabupaten Gunungkidul sudah bisa mengakses layanan tersebut," paparnya.

Kelik menuturkan, nantinya setiap desa akan diberikan kuota 10 mbps. Namun pemerintah desa diharuskan untuk menyediakan fasilitas penunjang seperti pemasangan tower penangkap sinyal.

"Nantinya untuk peralatan disediakan desa, paling biayanya sekitar Rp 20 juta. Untuk pemasangan dan lain-lain, kami yang akan menyediakan," pungkas Kelik. (krn/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED