Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 14 Feb 2019 19:15 WIB

TRAVEL NEWS

Sriwijaya Air Minta Perpanjangan Waktu Terkait Tuntutan Member di YLKI

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Mediasi antara member SJ Travel Pass dengan Sriwjaya Air di YLKI (Masaul/detikTravel)
Mediasi antara member SJ Travel Pass dengan Sriwjaya Air di YLKI (Masaul/detikTravel)
Jakarta - Masalah Sriwijaya Travel Pass masih berlanjut. Mediasi dengan member penumpang di YLKI berjalan lancar, namun pihak maskapai minta perpanjangan waktu.

"Soal mediasi saja dan belum kelar. Yang dibahas itu konsumen menyampaikan keinginannya. Itu saja sih. Jadi sebenarnya belum ada keputusan," kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Adi Willi di Kantor YLKI, Kamis (14/2/2019).

"Ini tahap awal mediasilah ya. Dimediasi oleh YLKI. Nanti dilanjut tanggal 27 Februari akhir bulan ini," imbuh dia.

Willi belum bisa memastikan siapa saja yang bakal hadir dalam pertemuan kedua itu. Namun, para member ingin ada jawaban tertulis dari maskapai yang kini jadi plat merah itu.

"Siapa saja belum bisa dipastikan. Tapi yang jelas kan di tanggal 27 itu permintaan temen-temen member yang hadir tadi sudah ada jawaban. Permintaan kita jawab tertulis. Walau direktur nggak hadir itu perwakilan dari BOD atau board of director," urai Willi.

Sriwijaya Air mengapresiasi adanya pertemuan ini. Ini juga sebagai langkah perbaikan layanan ke depannya.

"Kita menyambut baik dan terimakasih ke YLKI ke para member yang sudah merasa dirugikan. Di dalam kita membahas masalah STP. Kita anggap itu diskusi," ujar dia.

"Ini momennya untuk menjadi sebuah masukan buat kami. Memperbaiki servis kami ke depan seperti apa. Gitu aja," kata Willi menutup pembicaraan.

SJ Travel Pass adalah program bebas terbang ke manapun menggunakan armada Sriwijaya Air maupun NAM Air selama satu tahun. Dengan uang muka Rp 12 juta dan tinggal membayar airport tax di tiap penerbangan selanjutnya, para member mulai kesulitan memesan penerbangan mulai dari bulan Oktober 2018 lalu, padahal program ini masih berjalan hingga Juni 2019 nanti. (msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA