Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 18 Mar 2019 15:20 WIB

TRAVEL NEWS

Penumpang Bandara Solo Menurun Tajam Karena Tiket Mahal

Aditya Mardiastuti
detikTravel
Bandara Adi Soemarmo (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Bandara Adi Soemarmo (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Jakarta - Mahalnya harga tiket pesawat berimbas pada penurunan jumlah kedatangan maupun keberangkatan wisatawan. Bandara Adi Soemarmo di Solo, Jawa Tengah mengalami penurunan wisatawan domestik yang sangat signifikan.

Hal itu terjadi di seluruh bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero). Penurunan jumlah penumpang itu tercatat pada periode Januari-Februari lalu.

"Secara keseluruhan dari Januari-Februari memang terjadi penurunan seitar 14 persen, tapi khusus di Ngurah Rai nggak ada penurunan, yang internasional tetep naik, kalau yang domestik lebih tinggi hanya sekitar 1 persen," kata Dirut AP I Faik Fahmi di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (18/3/2019).

"Jadi memang dari 13 bandara ini bervariasi, memang yang paling parah kelihatannya kemarin data terakhir di Solo, sampai 38 persen," ujarnya.

Penumpang Bandara Solo Menurun Tajam Karena Tiket MahalDirut AP I Faik Fahmi (Aditya Mardiastuti/detikTravel)


Faik mengatakan Bali masih menjadi destinasi wisata bagi para turis baik domestik maupun mancanegara. Jumlah kunjungannya turis di bandara ini pun terpantau mengalami peningkatan.

Setelah sempat lesu, Faik menyebut saat ini arus kedatangan maupun keberangkatan penumpang di wilayah AP I sudah mulai meningkat. Sebagai pengelola, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan para pengelola maskapai penerbangan untuk mencari solusi.

"Bagiamana kita bisa berkomunikasi dengan airlines, program-program yang bisa meningkatkan frekuensi. Jadi mulai program insentif, membebaskan landing fee kalau mereka bisa membuka penerbangan baru di rute-rute baru kita. Intinya kita mensupport bagaimana agar airlines ini bisa mengembalikan bisnis mereka lebih baik lagi," jelasnya.


Faik mengaku tak tahu soal banyaknya penerbangan yang dibatalkan karena sepi penumpang. Dia menduga pembatalan itu juga terkait dengan maintenance (perawatan) pesawat.

"Saya nggak tahu itu kan policy dari masing-masing airlines. ketika kita komunikasi dengan masing-masing airlines juga kita, kalau pesawat itu ada periode maintenance dan mereka biasa mengambil maintenance di mana penumpang sedikit. Jadi kita Februari mulai timing yang bagus untuk maintenance jadi tidak semata-mata masalah komersial sih kalau menurut saya," urai Faik. (ams/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED