Dirangkum detikcom dari berbagai media internasional seperti News Australia dan Fox News, Kamis (4/4/2019) aturan hukum mati LGBT yang diterapkan Brunei mendapat kecaman dari negara lain. Meski, pihak pemerintah Brunei dalam hal ini Sultan Hassanal Bolkiah tetap pada ketegasannya.
BACA JUGA: Brunei Terapkan Hukuman Rajam Sampai Mati Bagi LGBT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sultan Hassanal Bolkiah (AFP) |
Kabarnya, pemerintah AS mengimbau warganya yang LGBT untuk tidak mengunjungi Brunei. Virgin Australia pun memutus kerjasama dengan maskapai Brunei, Royal Brunei dalam penjualan kursi.
"Pariwisata Brunei akan terkena dampaknya. Sudah ada efek dari pemberlakuan hukuman mati pada LGBT yang terjadi kini," kata Benjamin Ryberg, direktur penelitian di The Lawfare Project.
Padahal, pariwisata di Burnei cukup ciamik yang menawarkan keindahan alam, budaya dan sejarah. Bahkan Brunei punya tagline kampanye pariwisata, 'menawarkan Asia yang belum pernah Anda lihat sebelumnya'.
Jembatan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha, salah satu ikon Brunei (iStock) |
Tercatat, 300 ribu turis datang ke Brunei setiap tahunnya. Brunei bagaikan destinasi antimainstream di belahan Asia Tenggara, yang jarang dilirik tapi begitu berkesan.
Diberitakan Fox News, seorang sumber dari pemerintahan Brunei menyebut Sultan Hassanal Bolkiah tidak terganggu dengan kehebohan yang ada. Pun pariwisata di Brunei, tampaknya akan tetap baik-baik saja.
(aff/aff)












































Sultan Hassanal Bolkiah (AFP)
Jembatan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha, salah satu ikon Brunei (iStock)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Struk Belanja Taiwan Bisa Bikin Turis Jadi Orang Kaya Mendadak!