Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 06 Apr 2019 18:05 WIB

TRAVEL NEWS

Punya Kalender Wisata 2019, Sulteng Harap Makin Banyak Turis Datang

Nabilla Putri
detikTravel
Foto: (Grovena Rosalia H/dTraveler)
Foto: (Grovena Rosalia H/d'Traveler)
Palu - Melalui peluncuran Calender of Event (CoE) Sulawesi Tengah 2019, Sulteng siap menyambut wisatawan yang akan berlibur. Mengangkat tema 'Bringing Central Celebes to The World', Sulteng menggelar 30 event unggulan di 13 kabupaten/kota sepanjang 2019.

Dengan adanya kegiatan tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan bahwa pariwisata Sulteng sudah waktunya berkembang jadi destinasi kelas dunia. Meski sempat terpukul akibat gempa Palu,Arief optimis dengan makin banyaknya event akan kembali membuat pariwisata Sulteng bersinar kembali.

"Konsep pengembangan pariwisata itu 3A, Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas. Ketiganya harus seimbang. Untuk menjadi destinasi kelas dunia, Atraksinya harus kelas dunia, akomodasi kelas dunia dan Aksesnya juga kelas dunia. Tidak bisa terpisahkan," pungkas Arief dalam keterangannya, Sabtu (6/4/2019).

Menteri asal Banyuwangi itu juga berpesan, setiap event harus dikemas secara menarik. Berstandar nasional, baik koreografi, fashion, hingga musik.

"Pesan ini disampaikan juga Pak Presiden Joko Widodo di Teluk Tomini waktu itu. Yaitu, koreografi harus tingkat nasional. Fashionnya harus nasional. Musiknya juga harus tingkat nasional," ungkapnya.


Selain itu, Arief pun berpesan untuk meningkatkan aksesibilitas khususnya udara. Dengan berbagai potensi pariwisata yang dimiliki Sulteng, sudah waktunya Sulteng memiliki bandara Internasional.

Peluncuran CoE Sulteng dilakukan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Jakarta, Jumat (5/4) dilakukan oleh Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti bersama Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang Hukum, Politik & Kesra, Sitti Norma Mardjanu. Bahkan, dari 30 event tersebut, 3 event di antaranya masuk dalam 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia 2019.

"Ini merupakan salah satu langkah kita membangkitkan sektor pariwisata Sulteng. Karena tak dapat dipungkiri atraksi merupakan bagian penting dalam peningkatan sektor pariwisata. Untuk atraksi sepanjang tahun ini Sulteng menggelar 30 event unggulan, 3 event di antaranya masuk dalam 100 CoE WI 2019 atau terjadi peningkatan dari tahun lalu sebanyak 8 event unggulan dan 2 event masuk dalam 100 CoE WI 2018," ungkap Sitti Norma.

Sitti menambahkan, 3 event yang masuk di CoE Kemenpar akan menjadi andalan utama untuk menjaring wisatawan ke Sulteng. Yang pertama ada Festival Pesona Teluk Tomini (FPTT). Festival ini akan berlangsung di Pantai Kayubura Kabupaten Parigi Moutong pada tanggal 19 hingga 23 April 2019.

Selanjutnya ada Festival Pulo Dua yang akan berlangsung di Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai pada tanggal 25 hingga 28 Juli 2019. Festival tahunan Pulo Dua menampilkan berbagai budaya serta keanekaragaman flora, fauna, dan daya tarik panorama alam Kabupaten Banggai.


Serta yang terakhir ada Festival Danau Tektonik Poso (FDTP). Festival tersebut akan berlangsung di Danau Poso, Tentena pada tanggal 26 hingga 30 Agustus 2019 mendatang.

"Festival budaya yang digelar sejak 1989 ini menjadi event unggulan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulteng khususnya ke Kabupaten Poso," tambah Sitti.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Sulteng juga tengah fokus menggenjot aksesibilitas dan konektivitas. Baik itu penerbangan, perjalanan darat, maupun pelayaran. Rencananya, konektivitas pelayaran akan menghubungkan 6 provinsi yang ada di Sulawesi. Sedangkan transportasi darat nantinya akan terkoneksi melalui percepatan pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi. Sarana dan sistem transportasi tersebut akan menghubungkan titik-titik destinasi pariwisata di Sulawesi.

Sementara itu, untuk konektivitas udara, Sulteng juga terhubung dengan penerbangan antar kabupaten/kota melalui 7 bandara yang dimiliki. Dimana Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Kota Palu dan Syukuran Aminuddin Amir di Luwuk Kabupaten Banggai dapat didarati pesawat berbadan lebar jenis Boeing 737.

"Pemerintah daerah bersama stakeholder pariwisata Sulteng sedang mengupayakan agar Mutiara Sis Al Jufri dinaikkan statusnya dari saat ini sebagai bandara domestik menjadi bandara internasional. Karena mempunyai panjang landasan 2.500 meter lebar 45 meter dengan kekuatan menahan beban bisa dinaikkan menjadi 56 PCN supaya dapat didarat pesawat jenis Boeing 737-800," papar Sitti.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Esthy Reko Astuti juga mengapresiasi peluncuran CoE Sulteng 2019 tersebut. Hal tersebut karena dengan semakin banyaknya atraksi yang ditampilkan maka akan semakin banyak pula wisatawan yang berkunjung ke Sulteng. Tercatat pada 2018, Sulteng dikunjungi oleh 25.741 wisatawan mancanegara (wisman) dan 3.4321.178 wisatawan nusantara (wisnus).

"Sebagian besar wisman yang datang ke Sulteng berkunjung ke Pulau Togean sebagai pulau terbaik untuk atraksi underwater. Dimana pulau ini menjadi destinasi wisata bahari kelas dunia. Nah dengan CoE ini diharapkan destinasi lainnya akan ikut terangkat juga, karena potensi destinasi Sulteng masih sangat banyak," ungkap Esthy yang juga sebagai Ketua Pelaksana 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia 2019 itu.


Punya Kalender Wisata 2019, Sulteng Harap Makin Banyak Turis Datang
(idr/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED