Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 23 Apr 2019 12:10 WIB

TRAVEL NEWS

Naik Pesawat Bakal Ditimbang Supaya Irit Bahan Bakar

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ilustrasi pesawat (iStock)
Ilustrasi pesawat (iStock)
Jakarta - Bagaimana pendapat Anda bila ada pemberlakuan timbangan berat badan berlebih sebelum lepas landas? Dari wacana yang ada, tujuannya untuk mengirit bahan bakar.

Dihimpun detikcom dari beberapa sumber, Selasa (23/4/2019), penimbangan penumpang akan dilakukan sebelum mereka lepas landas. Perusahaan teknologi tengah dalam pembicaraan dengan maskapai terkait penggunaan timbangan atau 'pressure pad' di area check-in

Penimbangan ini juga dalam upaya untuk memotong biaya operasional maskapai dan pengurangan emisi karbon. Adalah perusahaan yang bermarkas di Berkshire, Inggris yakni Fuel Matrix yang dilaporkan dalam pembicaraan itu.

Sasarannya adalah maskapai dengan penerbangan jarak jauh di Inggris. Pressure pad akan disebar diam-diam dan akan menimbang penumpang saat mereka melewati bandara.

Data ini kemudian dapat diteruskan langsung ke dek penerbangan. Kemudian, pilot dapat mengetahui dengan tepat berapa banyak bahan bakar yang dibutuhkan pesawatnya.

Ide pemasangannya ada di konter check-in saat menaruh bagasi atau di kotak scan keamanan. Namun, maskapai harus hati-hati dalam menghitung berapa banyak bahan bakar yang mereka butuhkan untuk penerbangan itu.

Karena, semakin berat beban maka semakin banyak bahan bakar yang mereka butuhkan. Menggunakan lebih banyak bahan bakar tidak hanya mahal untuk operator tetapi juga menghasilkan lebih banyak emisi karbon.

Naik Pesawat Bakal Ditimbang Supaya Irit Bahan BakarFoto: (Dok. feelfinnair/Instagram)


Saat ini, maskapai penerbangan menghitung berat total penumpangnya menggunakan perkiraan berdasarkan jenis kelamin. Mereka memungkinkan 88 kg untuk pria, 70 kg untuk wanita dan 35 kg untuk anak-anak.

Tapi, Fuel Matrix percaya perhitungan ini membuat maskapai menggunakan lebih banyak bahan bakar daripada yang mereka butuhkan. Salah satu pejabat tingginya, Nick Brasier mengatakan kepada Independent seperti dilansir dailymail, bahwa sebagian besar penerbangan membawa sekitar satu persen lebih banyak bahan bakar daripada yang mereka butuhkan.

Dan, mereka membakar sekitar 0,3 hingga 0,5 persen lebih banyak bahan bakar karena berat bahan bakar ekstra. Ini bukan pertama kalinya tercetus gagasan menimbang penumpang sebelum penerbangan.

Pada 2015, Uzbekistan Airways mengumumkan akan menimbang penumpang di konter check-in. Bahkan, beberapa orang yang kelebihan berat badan akan dipindahkan ke pesawat yang lebih kecil jika batasnya terlampaui.

Pada 2017, Finnair juga meluncurkan skema serupa. Namun, hal ini hanya atas dasar sukarela.

Di bulan Maret 2018, maskapai Thailand bernama Thai Airways punya peraturan baru di kelas bisnis Dreamliner. Orang gemuk dilarang naik ke pesawat di kelas bisnis mereka.

(msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED