Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 24 Apr 2019 14:25 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Menteri Pariwisata Memilih 10 Bali Baru

Afif Farhan
detikTravel
Menteri Pariwisata Arief Yahya (dok Kementerian Pariwisata)
Menteri Pariwisata Arief Yahya (dok Kementerian Pariwisata)
Jakarta - Pertama kali menjadi menteri pariwisata, Arief Yahya kaget bukan main. Indonesia begitu luas, mengapa hanya Bali dan Jakarta yang dikunjungi turis?

"Saat saya jadi menteri pariwisata, kok Indonesia hanya punya 3 destinasi utama?" kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungan media visit ke Transmedia, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

3 Destinasi utama itu yakni Bali, Jakarta dan sekitarnya serta Kepulauan Riau. Bali menyumbang 40 persen kunjungan turis, Jakarta dan sekitarnya termasuk Jawa Barat 30 persen lalu Kepulauan Riau 20 persen.

"Saya shock saat itu, bahkan Yogya hanya menyumbang 1,2 persen kunjungan turis. Ini tidak benar, karena potensi pariwisata kita sangat besar," terangnya.

Arief pun berdiskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim, Rizal Ramli (saat itu) lalu diputuskanlah membuat 10 Destinasi Prioritas atau juga dikenal dengan sebutan 10 Bali Baru. 10 Bali Baru itu yakni Danau Toba, Borobudur, Kepulauan Seribu, Bromo Tengger Semeru, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Labuan Bajo, Mandalika, Wakatobi dan Morotai.

"Kita memilihnya berdasarkan 3A yaitu Atraksi, Akses dan Amenitas," ungkap menteri asal Banyuwangi itu.

BACA JUGA: Dari 10 Bali Baru, Tanjung Kelayang Kemajuannya Signifikan

Arief pun mengajukan 10 Bali Baru kepada Presiden Jokowi. Ternyata, Jokowi hanya mau 3 destinasi.

"Kata beliau, daripada 10 tidak jadi, saya mau 3 saja. Presiden memang sangat fokus dan hati-hati orangnya, tetapi alhamdulillah semuanya disetujui dengan 4 yang super proritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo," papar Arief.

Tiap destinasi dari 10 Bali Baru tersebut punya tim khusus untuk menggembangkan dan mempromosikan pariwisatanya. 10 Bali Baru pun sudah dikenalkan dalam berbagai kegiatan pameran pariwisata seperti ITB (Internationale Tourismus-Borse) Berlin di Jerman dan lainnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya (dok Kementerian Pariwisata)Menteri Pariwisata Arief Yahya (dok Kementerian Pariwisata)


Tak sampai di situ, dalam perkembangan 10 Bali Baru, Arief selalu mendapat protes. Ada beberapa daerah di Indonesia yang kecewa tidak masuk dalam daftar 10 Bali Baru tersebut.

"Saya selalu diprotes, selalu dibully di mana-mana soal Bali Baru. Tetapi, saya harus membuat keputusan yang cepat dan tepat. Saya pun tidak pernah menganaktirikan destinasi lain," tegas Arief.

"Kalau destinasi di daerah kamu bagus, saya sebagai menteri pariwisata berjanji akan mendukung sepenuhnya," tutupnya.

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA